Kudus, Shabda.id – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan komitmennya untuk terus menghidupkan dan menjaga konsistensi gelaran Car Free Day (CFD) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Hal ini disampaikannya saat meninjau blusukan ke puluhan lapak UMKM di kawasan CFD pada Ahad, 17 Mei 2026 Pagi tadi
Langkah blusukan ini sengaja dilakukan untuk melihat langsung geliat ekonomi akar rumput sekaligus berdialog dengan para pelaku usaha mikro.
Menurut Sam’ani, fungsi CFD saat ini sudah meluas. "CFD bukan hanya menjadi ruang olahraga dan rekreasi masyarakat, namun juga menjadi penggerak ekonomi warga, khususnya pelaku UMKM lokal," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa diversifikasi produk yang dijual di CFD Kudus sangat beragam dan kompetitif. Namun, agar bisa naik kelas, para pelaku usaha ini membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan.
“CFD ini memberi ruang yang baik bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Pemerintah tentu ingin aktivitas seperti ini terus hidup karena berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” tegas Sam’ani.
Kunjungan mendadak ini membawa angin segar dan motivasi tambahan bagi para pedagang.
Salah satunya dirasakan oleh Wafa, pemilik brand Dapur Safzia yang menjajakan sempolan, tahu, hingga lumpia rebung.
“Senang sekali karena merasa diperhatikan. Semoga UMKM di Kudus semakin maju dan makin banyak pembeli yang datang ke CFD,” kata Wafa antusias.
Wafa mengakui, perputaran uang di CFD Kudus setiap akhir pekan sangat membantu mendongkrak penjualan para pedagang kecil. Pola masyarakat yang gemar berburu kuliner setelah berolahraga menjadi berkah tersendiri bagi usahanya.
Ia berharap pemerintah daerah terus konsisten memfasilitasi area CFD agar semakin ramai dan tertata.
"Kami berharap UMKM kecil seperti kami bisa terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat," ungkapnya.