Pati, Shabda.id- Gadis asal Desa Pagendisan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati mampu menembus Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng), yang bertugas pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Ia adalah Ainur Rizqiyah (16), siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Pati.
Perlu diketahui, seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Jateng diikuti oleh 70 kontestan, yakni 35 kontestan putra dan 35 kontestan putri. Setiap kabupaten atau kota mengirim perwakilan untuk seleksi yang diambil dari peringkat pertama hasil seleksi Paskibraka tingkat kabupaten atau kota. Berlanjut lagi hingga menemukan peringkat lolos yakni 18 putra dan 17 putri.
Ainur termasuk salah satu kontestan yang lolos dengan hasil membanggakan. Ini menjadi pengalaman berharga karena baru pertama kali seleksi Paskibraka, ia sukses tembus ke tingkat Provinsi Jateng.
“Perasaan saya bisa lolos pada seleksi Paskibraka tingkat provinsi sangat bangga sekali, merasa terhormat bisa mewakili Kabupaten Pati di tingkat Jawa Tengah. Senang juga bisa mendapat banyak pengalaman baru bersama teman-teman dari kabupaten atau kota lain pada saat seleksi,” ungkap Ainur Rizqiya.
Pelajar dengan tinggi 168 sentimeter dan berat 57 kilogram itu sukses lolos dengan skor tinggi. Dengan tingginya skor yang diperoleh menempatkannya bertengger di peringkat 5 dari puluhan kontestan putri se-Provinsi Jateng.
“Skor akhir saya kemarin adalah 85,50 dan memperoleh peringkat lima di seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Jateng. Sebelumnya, pada saat hasil seleksi Paskibraka tingkat Kabupaten Pati berada di urutan pertama dengan skor 84,71,” sebutnya.
Selama seleksi, ia bersama peserta lain melalui tahapan yang berat seperti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU), tes kesehatan dan parade, tes samapta, tes Peraturan Baris-Berbaris (PBB), dan tes kepribadian.
Meski tahapan sama seperti seleksi tingkat kabupaten, tetapi ia meningkatkan kemampuan fisik, keterampilan PBB, serta mendalami materi-materi tentang Paskibraka karena seleksi di tingkat Provinsi Jateng jauh lebih ketat.
Baca Juga:
“Saya meningkatkan kemampuan fisik, mengasah PBB, dan lebih mendalami materi, mengingat seleksi tingkat provinsi lebih ketat dan kita tidak tahu bagaimana peserta dari kota lain seperti apa nantinya. Untuk fisik sendiri, sebelum berangkat ada jadwal lari 12 menit, push up, sit up, back up, dan shuttle run. Untuk PBB, saya latihan rutin di organisasi Paskibraka yang saya ikuti di sekolah,” jelasnya.
Siswi yang kini duduk di kelas XI-7 itu sangat bangga karena cita-cita menjadi punggawa yang bertugas di upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Sudah lama ia termotivasi menjadi bagian dari Paskibraka.
“Dari kecil setiap tanggal 17 Agustus saya berada di depan TV dan menyaksikan pengibaran bendera di Istana Negara, kagum dan bangga karena mereka bisa mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai tanda nasionalisme. Dari situlah motivasi saya muncul menjadi seperti mereka,” ujarnya dengan penuh kegembiraan.
Selain motivasi dari dalam diri, capaian tersebut juga tak lepas dari dukungan kedua orang tuanya, masyarakat sekitar, dan juga rekan-rekan sejawat. Dukungan mereka membuatnya semakin tertarik untuk menjadi seorang Paskibraka.
Di sekolah, Ainur ikut organisasi Paskibraka. Secara rutin ia berkegiatan, berlatih, bahkan berkompetisi di dunia Paskibraka tingkat sekolah.
“Tantangannya saya harus pintar-pintar untuk membagi waktu saya antara berlatih mempersiapkan seleksi Paskibraka ini dan belajar sebagai seorang siswa. Bagi saya waktu belajar dan kegiatan Paskibraka, keduanya sangat penting, misalkan ada tugas atau pembelajaran yang tertinggal saya akan segera bertanya kepada teman atau guru langsung mengenai tugas atau materi supaya segera mengerjakannya,” tuturnya.
Sejak kelas X, ia tertarik terjun ke Paskibraka. Ia harus membagi waktu antara pelajaran sekolah dengan kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
“Saya sendiri baru menekuni dunia Paskibraka ketika masuk SMA di kelas 10 ini, karena mendengar banyak kakak kelas yang berhasil menjadi seorang Paskibraka juga. Selain di Paskibraka, saya kemarin bersama rekan satu tim berhasil meraih Juara Utama 2 dalam ajang LKBB se-Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh PPI Kabupaten Pati,” paparnya.
Kini, Ainur menantikan jadwal pemusatan latihan Paskibraka di tingkat Provinsi Jateng. Dan ia juga sudah tidak sabar akan menempati posisi apa ketika menjalankan tugas negara.
“Jadwal latihan dan posisi belum dibagikan, namun biasanya jika mengikuti tahun sebelumnya pada awal Agustus peserta sudah dipanggil untuk mengikuti pemusatan. Saya harap bisa bertugas mengibarkan Sang Merah Putih dengan lancar dan sukses bersama semua rekan-rekan di sana,” tutupnya.