SHABDA
Cari berita…
Daerah

Suasana Kekeluargaan Warnai Pertemuan Rama Jangkar dan Safin Putra

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Suasana Kekeluargaan Warnai Pertemuan Rama Jangkar dan Safin Putra
Suasana pertemuan penuh kekeluargaan (Foto: Istimewa)

Rama Jangkar adalah pemain dari tim JBL 2000 Semarang mendapatkan tindakan tidak sesuai dengan nilai sportivitas yang dilakukan Salfin Putra pada laga Piala Soeratin U17 Jawa Tengah 2026, Senin 27 Agustus 2026 lalu

Semarang, Shabda.id– Manajemen Safin Pati Sports School yang dipimpin CEO Rafi Rizqullah Arifin mempertemukan pemain tim BJL 2000, Rama Jangkar dan siswa Safin Pati Sports School, Salfin Putra Faisal Elias yang memperkuat tim Universitas Safin Pati FC di Semarang pada Rabu 05 Agustus 2026 siang kemarin.

Seperti diketahui, Rama Jangkar adalah pemain dari tim JBL 2000 Semarang mendapatkan tindakan tidak sesuai dengan nilai sportivitas yang dilakukan Salfin Putra pada laga Piala Soeratin U17 Jawa Tengah 2026, Senin 27 Agustus 2026 lalu.

Pertemuan keduanya berlangsung hangat dengan balutan kekeluargaan. Rama Jangkar didampingi sang ibunda, Tri Wahyuni menerima kehadiran Salfin dengan hangat.

“Kita sudah memaafkan kejadian yang ada. Pesan kami untuk Salfin, semoga tidak mengulangi apa yang dilakukannya pekan lalu. Karena apa yang dilakukan tentu merugikan diri sendiri juga mencoreng nama baik Safin Pati. Jadi sangat disayangkan. Terima kasih kepada manajemen Safin Pati, kepada mas Rafi yang sudah memiliki itikad baik. Alhamdulillah,” kata Tri Wahyuni.

Mengenai kondisi terkini dari Rama Jangkar, dia menuturkan putranya sudah dalam kondisi lebih membaik dan dalam proses pemulihan.

"Sementara memang belum masuk sekolah dan istirahat dari sepakbola dulu. Dari proses terapi yang dijalani, mudah-mudahan sekitar sebulan kedepan, Rama sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasanya,” ucap Tri Wahyuni lagi.

Sementara Salfin juga menuturkan permintaan maafnya kepada Rama Jangkar dan sang Ibunda. “Saya mohon maaf atas perbuatan yang merugikan mas Rama dan saya sendiri juga mencoreng nama baik Safin Pati Sports School. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ujar Salfin serius.

Permintaan maaf ini ditanggapi positif oleh Rama Jangkar. “Untuk Salfin, semangat di tempat barunya nanti. Tentunya saya sudah memaafkan. Dalam sepakbola, kita jadi lawan di lapangan, namun jadi teman di luar pertandingan,” Rama menegaskan.

Sementara CEO Safin Pati Sports School, Rafi Rizqullah Arifin menuturkan pertemuan antara Salfin dan Rama Jangkar menjadi bukti keseriusan manajemen Safin Pati dalam menyikapi insiden yang ada.

“Sekarang keduanya sudah dipertemukan, dan semoga ini menjadi ajang silaturahmi untuk langkah yang lebih baik lagi kedepannya. Semoga mas Rama dapat segera pulih dengan recovery dari terapi fisioterapi yang ada dan ini juga jadi pelajaran penting untuk Salfin yang akan kembali ke kampung halamannya,” pungkas Rafi.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait