SHABDA
Cari berita…
Peristiwa

Tak Merespons Saat Dipanggil, Pria yang Hidup Sendiri di Desa Payaman Ternyata Telah Tiada

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Tak Merespons Saat Dipanggil, Pria yang Hidup Sendiri di Desa Payaman Ternyata Telah Tiada
Evakuasi jenazah oleh relawan (Foto: Shabda.id)

Sebelumnya, dari luar rumah masih terdengar suara korban yang sedang tertidur mendengkur

Kudus, Shabda.id- Warga Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus mendadak geger. Seorang pria paruh baya yang hidup sebatang kara, Sumikan (57), ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Rabu 01 Juli 2026.

​Kapolsek Mejobo, AKP Heri Purwanto, melaporkan bahwa proses evakuasi korban berlangsung kondusif pada pukul 09.50 WIB hingga 10.15 WIB, setelah menerima laporan dari perangkat desa setempat.

​Kejadian ini pertama kali terungkap berkat kejelian tetangga korban, Bagus Noor Cahyono (27). Sejak Senin (30/6/2026), Bagus sudah menaruh perhatian pada kondisi korban.

Sepanjang pagi, siang, hingga malam hari, Bagus sempat mengecek keberadaan korban. Saat itu, korban berada di dalam rumah dengan pintu terkunci dari dalam. Dari luar, masih terdengar suara korban yang sedang tertidur mendengkur.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Bagus kembali mengecek karena curiga korban tak kunjung terlihat. Ia kemudian mengintip melalui celah jendela gedek (anyaman bambu).

Korban terlihat masih dalam posisi tidur di ruang tamu. Namun, saat dipanggil berulang kali, tidak ada respons sama sekali.

​Khawatir terjadi sesuatu, Bagus langsung menghubungi perangkat desa, Anis Riyanto (39). Bersama warga, mereka terpaksa menjebol jendela anyaman bambu tersebut untuk masuk dan memeriksa kondisi korban. Nahas, saat diperiksa, Sumikan sudah dalam kondisi tidak bernapas.

​"Korban diketahui hidup seorang diri di rumah tersebut. Ia sudah bercerai dengan istrinya dan tidak lagi tinggal serumah dengan anak-anaknya," ujar AKP Heri Purwanto.

​Mendapat laporan tersebut, tim Polsek Mejobo langsung bergerak ke lokasi bersama Tim Identifikasi (INAFIS) Polres Kudus dan petugas medis.

​Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dr. Rita Purwanika dari UPTD Puskesmas Jepang, Kecamatan Mejobo, Korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 6 sampai 8 ebelum ditemukan. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

"Alm diduga meninggal akibat sakit. Berdasarkan informasi, korban sempat mengeluhkan sakit meriang sejak Senin 29 Juli kemarin," ungkapnya.

​Setelah dilakukan proses identifikasi dan pemeriksaan, jenazah almarhum Sumikan langsung dievakuasi oleh petugas bersama warga. Jenazah kemudian dibawa ke rumah mantan istrinya yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) untuk proses pemakaman.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait