SHABDA
Cari berita…
Olahraga

Taklukkan Surabaya 2-1, All-Stars Kudus Optimis Pertahankan Gelar Juara MilkLife Soccer Challenge

TIA
TIA
Taklukkan Surabaya 2-1, All-Stars Kudus Optimis Pertahankan Gelar Juara MilkLife Soccer Challenge
All-Stars Kudus (jersey biru) berhasil melaju ke babak final MLSC 2026 usai menjalani pertandingan sengit melawan All-Stars Surabaya (jersey pink) dengan skor 2-1 dalam laga yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (27/6). (Foto: Istimewa)

All-Stars Kudus berhasil mengalahkan tim All-Stars Surabaya 2-1 di babak semifinal, All-Stars Kudus optimisi pertahankan gelar juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars.

Kudus, Shabda.id -- Perebutan tiket final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (27/6/2026) berlangsung seru dan menegangkan.

Hasilnya, All-Stars Jakarta sukses melaju ke partai pamungkas usai menang dengan skor tipis 1-0 dari All-Stars Yogyakarta. Sementara All-Stars Kudus menjadi pemenang usai menuntaskan laga sengit dengan All-Stars Surabaya, 2-1.

Asisten Pelatih All-Stars Jakarta, Sasi Kirana mengakui tim asuhannya cukup kesulitan untuk mengembangkan permainan di babak pertama, lantaran masih merasakan ketegangan dan membutuhkan waktu beradaptasi dengan atmosfer pertandingan.

Pasca turun minum, All-Stars Jakarta mulai bangkit melakukan build-up cepat dan terorganisir untuk mengoyak pertahanan lawan.

"Bisa dibilang ball possession kita lebih banyak, tapi kita belum bisa memaksimalkan finishing. Saat babak kedua baru bisa mulai cair permainannya. Kita sebenarnya tidak banyak menekan dan mereka bisa memotivasi diri mereka sendiri," terangnya.

Mengamankan tiket final, tim kepelatihan All-Stars Jakarta akan meracik formulasi pertempuran secara menyeluruh demi memenuhi target menjadi juara MLSC All-Stars 2026.

"Kemarin kami membangun mental mereka, tapi mulai malam ini fokus ke strategi. Saya berikan tugas di tiap posisi untuk setiap pemain besok harus seperti apa," lanjut Sasi Kirana.

Midfielder All-Stars Jakarta, Euis Siti Farhatus Sa'adah mengatakan komunikasi dan kerja sama tim menjadi kunci saat membangun serangan dengan memanfaatkan lebar lapangan. Euis dkk tak gentar untuk mengantisipasi serangan lawan di laga final besok.

"Harus lebih fokus, mempersiapkan diri, dan harus pintar mainnya dari kanan ke kiri, memindahkan bola dari belakang ke depan. Kalau mainnya lebih tenang, jadi bisa lebih nyaman. Siapapun lawannya akan saya hadapi," kata siswi SDN Mampang 2 itu.

Sementara itu, tensi tinggi dan menegangkan tersaji dalam pertandingan All-Stars Kudus menghadapi All-Stars Surabaya.

Dominan sejak babak penyisihan dengan torehan apik tanpa kekalahan dan clean sheet, All-Stars Kudus mendapatkan perlawanan sengit di partai semifinal.

Sejak kick off, All-Stars Surabaya mampu menandingi kekuatan gelandang lawan dengan menerapkan pressing ketat.

Selain itu, strategi high defense yang dimainkan membuat All-Stars Surabaya kerap unggul jumlah pemain di lini kedua, sehingga membatasi kreativitas para midfielder All-Stars Kudus mengalirkan bola.

All-Stars Kudus lebih dulu memimpin lewat gol yang dicetak oleh Renanthera Aluna Addya Putri di menit 17.

Tertinggal satu gol, All-Stars Surabaya tak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan.

Memanfaatkan set-piece lewat skema sepak pojok, tandukkan Agnia Nurul Fadhila Rohman berhasil merobek gawang All-Stars Kudus di menit 21. Skor 1-1 bertahan sampai jeda pertandingan.

Usai turun minum, All-Stars Kudus langsung meningkatkan intensitas serangan.

Rara Zenita Fatin sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan dengan mencetak gol saat babak kedua belum genap satu menit berjalan.

Kembali tertinggal satu gol di awal babak kedua, All-Stars Surabaya mengubah pola permainan dengan lebih banyak melakukan long ball ke lini depan.

Sesekali, mereka juga menerapkan taktik bola pendek memanfaatkan sisi lapangan. Hasilnya pun cukup menjanjikan dengan hadirnya beberapa peluang, salah satunya lewat Anindita Nadia Lesmana yang sontekannya hanya melambung tipis di atas mistar gawang.

Sayangnya, sampai peluit akhir tak ada lagi gol yang tercipta. Kemenangan 2-1 pun membawa All-Stars Kudus berlaga di partai puncak.

Pelatih Kepala All-Stars Kudus, Yayat Hidayat mengatakan bahwa All-Stars Surabaya memberikan perlawanan ketat dengan pressing yang dilakukan di lapangan tengah.

Hal itu pun sempat menyulitkan anak asuhnya untuk menerapkan pola permainan di awal laga.

Ia menilai kunci kemenangan timnya hari ini adalah keberanian untuk bisa keluar dari tekanan, dengan bermain lebih agresif sehingga lebih bisa mengontrol permainan.

"Di babak pertama anak-anak tidak sadar kalau mereka terlalu turun ke belakang, sehingga lini tengah dari Surabaya terlalu leluasa," kata Yayat.

"Di babak kedua, saya menginstruksikan lini tengah lebih berani maju dan jangan sampai kita didikte lawan di lini tengah itu. Selain itu, di babak kedua kita juga memakai dua striker agar lini belakang mereka nggak leluasa memainkan bola dan enggak berani untuk maju terlalu depan. Sehingga lini tengah kita di babak kedua bisa kembali dikuasai lagi," imbuhnya.

Berhasil kembali melaju ke babak final, Yayat Hidayat pun tak sabar untuk menjajal kekuatan All-Stars Jakarta dan optimistis mampu mempertahankan gelar juara MilkLife Soccer Challenge All-Stars.

Dia menilai sudah mengantongi kekuatan lawan dan berharap timnya bisa menjalankan strategi terbaik di lapangan.

"Final tahun ini cukup menantang karena kita belum pernah bertemu Jakarta. Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan juara," harap Yayat untuk All-Stars Kudus.

Menurutnya, tim pelatih dan para pemain Kudus sudah mengetahui seperti apa permainan All-Stars Jakarta, ada beberapa pemain kuncinya juga.

Dengan begitu, All-Stars Kudus akan lebih enak berhadapan dengan pemain-pemain yang punya kualitas teknik yang bagus, sehingga di lapangan bermain dengan teknik dan taktikal yang memang enak ditonton.

Menyambung optimisme sang pelatih, Renanthera Alun Addya Putri juga tak kalah yakin dengan kekuatan All-Stars Kudus tahun ini.

Pemain belakang bernomor punggung 3 itu merasa jika rekan setimnya masih bisa menunjukkan permainan yang lebih baik di laga final melawan All-Stars Jakarta.

"Saya harap besok kami bisa tampil lebih maksimal lagi dan All-Stars Kudus bisa juara," ujar pemain asal SDUT Bumi Kartini tersebut.

Sebagai informasi, hari terakhir MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026, Minggu (28/6) akan berlangsung perebutan peringkat tiga yang mempertemukan All-Stars Yogyakarta dan All-Stars Surabaya pukul 09.00 WIB.

Sementara partai final yang bergulir pukul 14.00 WIB, juara MLSC All-Stars tahun lalu, All-Stars Kudus akan menghadapi All-Stars Jakarta.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait