Banyuwangi, Shabda.id -- Persaingan sengit para atlet sepeda gunung papan atas mewarnai ajang Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026 di Gantasan Bike Park, kawasan Ijen Geopark, Minggu (20/9/2026).
Lintasan sepanjang 2.300 meter dengan rintangan rock garden hingga big drop menjadi panggung ujian nyali bagi 214 downhiller dari dalam dan luar negeri.
Dukungan penuh dan kolaborasi dari "76Rider - Nyali Aja Nggak Cukup" juga membuat ajang ini makin kompetitif dan menarik untuk para penggemar extreme sport.
Inisiator BIG Downhill, H. Munif mengungkapkan, rintangan tahun ini dirancang lebih ekstrem untuk menguji peningkatan teknik para peserta di 20 kelas yang diperlombakan.
"Tingkat kesulitan di Gantasan Bike Park tahun ini kami buat semakin ekstrem dengan rintangan alami dan buatan. Peningkatan ini tentunya akan makin menambah kemampuan dari para peserta," kata Munif.
Perwakilan 76Rider, Agnes C. Wuisan mengatakan, BIG Downhill yang sudah mengantongi label sertifikasi internasional Class 1 (C1) dari Union Cycliste Internationale (UCI) sebagai salah satu event yang berdampak penting bagi kemajuan ekosistem downhill di Indonesia.
Ia menyebut, kejuaraan ini mempunyai daya tarik yang besar dari sisi sportainment berkat keunikan bentang alam kawasan Ijen Geopark Banyuwangi serta karakteristik lintasan yang sangat menantang.
"Dengan kemasan sportainment event yang semakin meningkat, kami berharap BIG Downhill akan memberi kontribusi yang makin signifikan bagi perkembangan ekosistem dan prestasi downhill di Indonesia," sebut Agnes.
Total 214 downhiller mengikuti BIG Downhill 2026 yang terbagi ke 20 kelas yang berbeda. Selain datang dari berbagai daerah, para peserta juga berasal dari luar negeri dan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Kelas profesional yang diperlombakan yaitu Men Elite, Women Elite, Men Junior, Men Youth, Men Expert AdanB, Men Sport A dan B. Sementara kelas tambahan terdiri dari Beyond A dan B, Men Pra Youth, Women Open, Master A,B,C,D,E,F,G, serta Men Expert C.
Pada kelas utama Men Elite, Agung Prio Apriliano dari Astrindo Racing Team berhasil menyabet gelar juara pertama dengan catatan waktu 3 menit 18,249 detik. Keberhasilan Agung diraih setelah sempat mengalami kendala teknis pada babak kualifikasi.
"Saya bersyukur bisa menjadi juara. Kemarin saat seeding run sempat pecah ban depan di rock garden yang memengaruhi mental. Kunci kemenangan saya adalah berusaha tetap percaya diri dan mengantisipasi tekanan angin ban," ujar Agung usai naik podium.
Sementara di kelas Women Elite, podium tertinggi diraih Nilna Murni Ningtyas dari Spartan Racing Team dengan catatan waktu 3 menit 48,214 detik.
"Tadi sempat gugup karena start terakhir dan rider lain kencang-kencang. Tapi saya sanggup mengendalikan emosi dan fokus pada strategi. Lintasan tahun ini panjang, jadi menuntut fisik dan setting-an sepeda yang tepat," ungkap Nilna.
Baca Juga:
Adapun di kelas Men Junior, gelar juara diraih oleh rider privateer Dimas Aradhana dengan torehan waktu 3 menit 21,557 detik, unggul tipis 0,03 detik dari pesaing terdekatnya.
Berikut hasil 5 besar final run Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026:
Men Elite (nama rider – tim – catatan waktu)
1. Agung Prio Apriliano - Astrindo Racing Team - 3 menit 18,249 detik
2. Pahraz Salman Alparisi - Underdog PSA - 3 menit 20,414 detik
3.Yosi Saputro - Yeti Tribe Indonesia Racing Team - 3 menit 22,120 detik
4.Pandu Satrio Perkasa - Sego Anget Racing Team - 3 menit 3 menit 25,590 detik
5.Mohammad Abdul Hakim - 76Rider Downhill Squad - 3 menit 27,653 detik
Women Elite (nama rider – tim – catatan waktu)
1.Nilna Murni Ningtyas - Spartan Racing Team - 3 menit 48,214 detik
2.Milatul Khaqimah - Nukeproof Axxes Racing Team - 3 menit 49,567 detik
3.Ayu Tria Andriana - Alaska Squad - 3 menit 53,159 detik
4.Tsuraya Azwa Pambudi - Yeti Tribe Indonesia Racing Team - 3 menit 56,382 detik
5.Nining Porwaningsih - Anindya Racing Team - 3 menit 57,495 detik