SHABDA
Cari berita…
Daerah

Trans Jateng Jekuti Segera Masuk Pati, Dishub Siapkan 11 Halte

Nahidur Rohman
Nahidur Rohman
Trans Jateng Jekuti Segera Masuk Pati, Dishub Siapkan 11 Halte
11 halte disiapkan Pemkab Pati untuk Trans Jekuti (Foto: Ilustrasi)

Pemkab Pati telah berkoordinasi dengan Balai Trans Jateng Provinsi Jawa Tengah terkait berbagai kebutuhan teknis untuk mendukung pengoperasian rute tersebut.

Pati, Shabda.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mulai mematangkan berbagai persiapan untuk mendukung operasional bus Trans Jateng rute Jepara-Kudus-Pati (Jekuti). Salah satunya dengan menyiapkan sekitar 11 titik halte khusus di wilayah Kabupaten Pati.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, Tony Romas Indriarsa, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Trans Jateng Provinsi Jawa Tengah terkait berbagai kebutuhan teknis untuk mendukung pengoperasian rute tersebut.

Menurut Tony, persiapan saat ini masih berada pada tahap koordinasi dan konsultasi, termasuk dengan jajaran Pemkab Pati. Sejumlah kebutuhan yang harus disiapkan di antaranya pembangunan halte, lahan parkir bus, hingga pengaturan rute.

“Kami baru koordinasi dan konsultasi dengan Bu Sekda serta Pak Bupati berkaitan dengan kesiapan kita. Karena ini membutuhkan anggaran untuk menyiapkan halte, lahan parkir bus Trans Jateng di Pati, hingga pengaturan rute,” ujar Tony, Selasa 08 September 2026.

Dishub Pati juga mulai memetakan titik-titik pemberhentian bus Trans Jateng. Hal itu dilakukan karena sistem operasional Trans Jateng berbeda dengan angkutan umum yang dapat berhenti di sejumlah lokasi sesuai kebutuhan penumpang.

“Trans Jateng ini sistemnya harus halte ke halte, tidak bisa berhenti di sembarang tempat. Sementara ini kami menyiapkan sekitar 11 titik halte khusus di wilayah Pati. Jika sudah disetujui Pak Bupati, akan langsung kami siapkan,” jelasnya.

Penentuan titik halte tersebut sekaligus menjadi salah satu upaya Dishub Pati untuk mengantisipasi potensi gesekan dengan moda transportasi lokal yang selama ini telah beroperasi, seperti angkutan desa (angdes).

Dengan adanya titik pemberhentian yang telah ditentukan, operasional Trans Jateng diharapkan dapat berjalan sesuai sistem sekaligus tetap mempertimbangkan keberadaan angkutan umum lokal.

Sementara terkait jumlah armada yang nantinya melayani rute Jepara-Kudus-Pati, Dishub Pati masih menunggu keputusan resmi dari Balai Trans Jateng.

Tony menyebut persiapan operasional Trans Jateng tidak hanya menjadi tanggung jawab Dishub. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga akan dilibatkan, terutama yang berkaitan dengan anggaran dan kesiapan infrastruktur.

Di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Koordinasi lintas OPD tersebut diperlukan untuk memastikan kebutuhan anggaran, prasarana pendukung, hingga kesiapan jalan yang nantinya menjadi bagian dari rute Trans Jateng di Kabupaten Pati.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Nahidur Rohman

Penulis

Nahidur Rohman

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait