Kudus, Shabda.id -- Gaya hidup masyarakat modern yang makin individualis dan mengejar kesuksesan pribadi, memantik gelisah seniman visual, Kim.
Menjawab fenomena tersebut, Kim menghadirkan sebuah pertunjukan seni media baru berupa karya instalasi video mapping bertajuk "Tumbuh, Riuh, Rapuh" pada Senin (17/8/2026) malam.
Pertunjukan visual ini memanfaatkan dinding bangunan publik, khususnya bangunan Taman Bojana, sebagai media pemutaran gambar.
Melalui sorotan cahaya proyektor, Kim ingin mengingatkan kembali bahwa tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa tumbuh dan sukses secara mandiri tanpa bantuan pihak lain.
Siklus hidup bunga matahari dipilih Kim sebagai ide cerita utama.
Sama seperti bunga matahari yang butuh tanah, air, dan sinar matahari untuk mekar, perjalanan hidup manusia juga sangat bergantung pada orang-orang di sekitar, lingkungan, serta pengalaman hidup yang membentuknya.
Baca Juga:
Pendekatan ini sengaja dipakai untuk menyadarkan kebiasaan warga kota yang sering lupa pada peran orang lain di balik keberhasilan mereka.
Bagi Kim, pencapaian hidup bukanlah panggung untuk menyombongkan diri, melainkan hasil dari hubungan saling dukung yang kompleks.
Penggunaan video mapping dalam seni ini bukan cuma ajang pamer kecanggihan teknologi.
Kim berhasil menyulap tembok bangunan yang kaku menjadi seolah bernyawa.
Permainan garis cahaya yang bergerak menembus sudut gedung menggambarkan bagaimana energi kehidupan dan relasi antarmanusia saling terhubung satu sama lain.
Pesan moral yang ingin disampaikan cukup sederhana, manusia hidup dari saling terhubung.
Keberhasilan atau energi positif yang diperoleh seseorang sudah sepatutnya dibagikan kembali untuk membantu serta menghidupi sesama di lingkungannya.