SHABDA
Cari berita…
Lifestyle

Tumbuhkan Literasi Sejak Dini, Read Aloud Kudus Gelar Program Kreatif MBG di Perpusda

TIA
TIA
Tumbuhkan Literasi Sejak Dini, Read Aloud Kudus Gelar Program Kreatif MBG di Perpusda
Komunitas Read Aloud Kudus bersama anak-anak di Perpusda Kudus. (Foto: Shabda.id)

Sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi sejak dini, komunitas Read Aloud Kudus menggelar program MBG (Membaca, Berkarya, Gembira) bersama anak-anak di Perpusda Kudus.

Kudus, Shabda.id -- Suasana Ruang Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kudus tampak lebih hidup dan dipenuhi gelak tawa anak-anak.

Mereka tengah asyik mengikuti program MBG (Membaca, Berkarya, Gembira) yang diinisiasi oleh komunitas "Read Aloud Kudus".

Program inovatif ini dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif guna memicu minat baca, mengasah kreativitas, sekaligus membangun rasa percaya diri anak sejak usia dini.

Ketua Read Aloud Kudus, Rizki Yuniarti menjelaskan, program MBG sengaja menggabungkan unsur literasi konvensional dengan metode pembelajaran modern yang menyenangkan.

"Metode membaca nyaring mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup. Anak-anak menjadi lebih mudah memahami isi cerita sekaligus terdorong untuk mencintai buku sejak dini," ungkap Rizki di Perpusda Kudus.

Rangkaian keseruan acara MBG ini dikemas melalui tiga aktivitas utama yang melibatkan emosi dan motorik anak secara langsung.

Pertama, sesi Read Aloud (Membaca Nyaring).Para relawan membacakan buku cerita dengan teknik ekspresif. Anak-anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak aktif berinteraksi dengan menjawab pertanyaan, beropini, hingga berimajinasi liar menebak alur cerita.

Kedua, nonton bareng film animasi. Peserta diajak menyaksikan tayangan film animasi pendek hasil karya siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus.

Sesi ini bertujuan mengenalkan dunia industri kreatif sekaligus memantik inspirasi bahwa karya anak bangsa memiliki kualitas kelas dunia.

Ketiga, workshop prakarya kreatif. Sebagai penutup, anak-anak diajak membuat keychain atau gantungan kunci nama mereka sendiri secara mandiri dengan bimbingan relawan.

"Aktivitas membuat gantungan kunci itu melatih kreativitas, koordinasi motorik halus, ketelitian, dan rasa percaya diri karena setiap peserta berhasil menghasilkan karya sesuai imajinasi mereka," beber Rizki.

Melalui perpaduan antara membaca, apresiasi karya visual, dan praktik membuat kerajinan tangan, Read Aloud Kudus berharap anak-anak tidak lagi memandang perpustakaan atau buku sebagai hal yang membosankan.

Sebaliknya, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berani mengekspresikan ide dan potensinya.

Rizki juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak Perpusda Kudus yang telah memfasilitasi penuh ruang dan tempat untuk agenda ini.

Ke depan, Read Aloud Kudus berkomitmen untuk terus merajut kolaborasi serupa secara berkelanjutan demi menjangkau lebih banyak anak-anak di Kota Kretek dan memperkuat fondasi budaya literasi daerah.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait