SHABDA
Cari berita…
Nasional

Wamenkes Apresiasi RSUD Kudus, Layak Jadi Percontohan Nasional Penanganan Jantung dan TBC

TIA
TIA
Wamenkes Apresiasi RSUD Kudus, Layak Jadi Percontohan Nasional Penanganan Jantung dan TBC
Kedatangan Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus, saat meninjau pelayanan kesehatan di RSUD Kudus pada Selasa (13/10/2026) sore. (Foto: Shabda.id.)

Pelayanan kesehatan dan kelengkapan fasilitas di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Kudus, Shabda.id -- Pelayanan kesehatan dan kelengkapan fasilitas di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Rumah sakit milik Pemerintah Kabuapeten (Pemkab) Kudus ini bahkan dinilai sangat layak menjadi pusat percontohan nasional, khususnya untuk penanganan penyakit jantung dan Tuberkulosis (TBC).

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, saat meninjau pelayanan kesehatan di RSUD Kudus pada Selasa (13/10/2026) sore.

Dalam kunjungannya, Benjamin menyebut RSUD Kudus telah membuktikan kualitasnya lewat pengalaman menangani ribuan pasien serta kesiapan fasilitas yang memadai.

Karena itu, Kemenkes mendukung penuh RSUD Kudus untuk disiapkan sebagai pusat pendidikan dokter spesialis jantung mandiri demi mengatasi kelangkaan dokter spesialis di Indonesia.

Selain layanan jantung, Kemenkes juga menaruh perhatian besar pada penanganan TBC.

Benjamin menegaskan, penanggulangan TBC menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan angka kasus TBC di Indonesia yang saat ini masih sangat tinggi di tingkat dunia.

"Target Presiden adalah Indonesia bisa segera bebas TBC. Di RSUD Kudus ini, ruang penanganan TBC sudah sangat bagus dan siap," ujar Benjamin.

Sebagai langkah nyata mempercepat penemuan kasus TBC dan pencegahan penyakit sejak dini, Kemenkes RI bakal memperkuat fasilitas kesehatan di tingkat bawah.

Sebanyak 19 Puskesmas di Kabupaten Kudus dipastikan akan menerima bantuan alat medis modern. Bantuan tersebut berupa alat diagnostik cepat (Near-Patient Open-Care) serta Mobile X-Ray.

Tidak hanya mendatangkan alat baru, pemerintah pusat juga siap menempatkan tenaga radiografer di seluruh Puskesmas penerima bantuan tersebut.

Di samping penanganan penyakit di rumah sakit, Kemenkes mengingatkan pentingnya upaya pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Langkah ini penting agar masalah kesehatan seperti darah tinggi dan gula darah bisa terdeteksi lebih awal sebelum memicu komplikasi berat.

Upaya pencegahan ini diharapkan dapat mendukung target nasional dalam meningkatkan Angka Harapan Hidup masyarakat Indonesia, dari yang saat ini 74 tahun menjadi 76 tahun pada 2029 mendatang.

"Melalui pemeriksaan kesehatan gratis minimal satu tahun sekali, komplikasi seperti hipertensi dan diabetes bisa dicegah sejak dini. Kami mengajak semua masyarakat agar rajin memeriksakan kesehatan sebelum sakit," tegas Wamenkes Benjamin.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait