Pati, Shabda.id– Sebanyak 80 desa di Kabupaten Pati mengalami kekeringan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyiapkan sejumlah langkah penanganan, mulai dari koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga upaya menyediakan sumber air bersih jangka panjang.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, penanganan kekeringan tidak bisa hanya mengandalkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki. Pemerintah daerah berupaya mencari solusi agar masyarakat di wilayah terdampak memiliki akses terhadap sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah pembangunan sumur di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menyediakan air bagi masyarakat. Pembangunan tersebut dapat berupa sumur dangkal maupun sumur dalam, menyesuaikan kondisi wilayah dan potensi air tanah.
Di beberapa lokasi, Pemkab Pati juga melakukan pengecekan geolistrik dengan melibatkan tenaga ahli dari perguruan tinggi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan tanah sebelum menentukan titik yang berpotensi dijadikan lokasi pembangunan sumur.
Selain itu, Pemkab Pati telah berkoordinasi dengan Direktur PDAM untuk memetakan wilayah yang memungkinkan dijangkau jaringan perpipaan air bersih.
Baca Juga:
Pemetaan tersebut menjadi salah satu langkah untuk menentukan penanganan sesuai kondisi masing-masing wilayah, baik melalui penyediaan sumber air mandiri maupun perluasan akses jaringan PDAM.
Untuk mendukung penanganan berbagai kebutuhan mendesak, Pemkab Pati menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (TT) sebesar Rp20 miliar.
Plt Bupati Pati menjelaskan, anggaran tersebut tidak hanya mencakup penanganan kekeringan, tetapi juga perbaikan jalan, jembatan, serta penanganan pascabencana.
Dana TT itu direncanakan cair pada pekan depan. Anggaran tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan segera di Kabupaten Pati.
Sementara itu, penanganan kekeringan masih dilakukan melalui koordinasi lintas instansi. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui pengecekan potensi air tanah dan pemetaan wilayah yang dapat dijangkau jaringan PDAM.