SHABDA
Cari berita…
Daerah

BPBD Pati Bersiap Hadapi Potensi Kekeringan dan Karhutla 2026

TIA
TIA
BPBD Pati Bersiap Hadapi Potensi Kekeringan dan Karhutla 2026
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pati, Suntoro. (Foto: Shabda.id)

Menghadapi potensi kekeringan dan karhutla 2026, BPBD Pati petakan daerah rawan bencana dan air bersih.

Pati, Shabda.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mulai bergerak cepat melakukan berbagai persiapan guna menghadapi potensi bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026.

Langkah taktis ini diambil untuk memastikan penanganan dampak kemarau di wilayah Pati dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pati, Suntoro mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah memproses aspek legalitas penanganan bencana berupa Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla.

"Saat ini masih dalam proses pembuatan SK siaga darurat kekeringan dan karhutla sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau," ujar Suntoro saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).

Selain menyiapkan payung hukum, BPBD Pati juga telah menyiagakan sejumlah sarana prasarana pendukung logistik yang siap diterjunkan sewaktu-waktu ke wilayah terdampak.

Sejumlah armada dan fasilitas penampungan air bersih yang telah disiapkan antara lain 4 unit mobil tangki air bersih, 10 unit tandon air darurat dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter, serta seluruh personel BPBD dalam status siaga penuh.

"BPBD menyiapkan empat mobil tangki air, 10 tandon air kapasitas 5.000 liter, dan personel organik BPBD sudah siap," jelas Suntoro.

Ia melanjutkan, hingga memasuki pertengahan Juni ini, BPBD Pati terus memperketat pengawasan dan monitoring berkala terhadap desa-desa yang masuk dalam peta zona rawan kekeringan.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kelangkaan air bersih dari tingkat desa.

"Monitoring desa yang berpotensi mengalami kekeringan terus dilakukan. Untuk sementara, belum ada permohonan bantuan air dari pihak desa," pungkasnya.

Menyikapi datangnya musim kemarau tahun ini, BPBD Kabupaten Pati mengimbau masyarakat luas untuk lebih bijak dan hemat dalam mengonsumsi air bersih.

Selain itu, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap aktivitas yang memicu potensi kebakaran hutan maupun lahan di lingkungan sekitar.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait