Pati, Shabda.id- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) berencana menggelar audiensi dengan manajemen PT Misaja Mitra di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jum'at 02 Oktober 2026 besuk.
Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, mengatakan audiensi dilakukan untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang berkembang di masyarakat terkait proses rekrutmen tenaga kerja di perusahaan tersebut.
Dalam surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Direktur PT Misaja Mitra, AMPB menyebut adanya informasi mengenai rekrutmen karyawan yang disebut meminta uang hingga jutaan rupiah.
Selain itu, AMPB juga menyoroti dugaan tidak diprioritaskannya masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan dalam proses penerimaan tenaga kerja.
“Surat pemberitahuan kegiatan audiensi terkait informasi yang beredar di masyarakat bahwa rekrutmen karyawan pada perusahaan tersebut dimintai uang hingga jutaan rupiah dan tidak diprioritaskan masyarakat sekitar perusahaan,” demikian tertulis dalam surat yang ditandatangani Supriyono dan Wahyu Setyo Utomo.
Supriyono menyampaikan, pihaknya ingin membawa persoalan tersebut ke forum audiensi agar mendapatkan penjelasan secara langsung dari manajemen perusahaan.
Baca Juga:
Menurut dia, audiensi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait proses penerimaan tenaga kerja di perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Margoyoso tersebut.
“Intinya kami ingin meminta penjelasan dari pihak perusahaan terkait informasi yang beredar di masyarakat, terutama soal rekrutmen tenaga kerja,” kata Supriyono
Namun, hingga saat ini informasi mengenai adanya permintaan uang dalam proses rekrutmen tersebut masih sebatas informasi yang disebut diterima AMPB dari masyarakat. Belum ada keterangan dari pihak PT Misaja Mitra yang membenarkan ataupun membantah tudingan tersebut.
Dalam surat tersebut, AMPB juga mencantumkan sejumlah pihak sebagai penerima tembusan, di antaranya Kasat Intelkam Polresta Pati, Plt Bupati Pati, Ketua DPRD Kabupaten Pati, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pati, serta Camat Margoyoso.
Supriyono mengatakan pihaknya berharap audiensi dapat berlangsung terbuka dan menghasilkan penjelasan terkait persoalan yang dipersoalkan masyarakat.
“Kami berharap nanti ada penjelasan yang jelas dari perusahaan sehingga tidak menimbulkan informasi yang simpang siur di masyarakat,” ujarnya