Kudus, Shabda.id -- Warga dan pengguna jalan di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, mengeluhkan polusi udara yang kian pekat.
Polusi tersebut diketahui bersumber dari aktivitas pembakaran sampah non-organik di TPS setempat yang memicu kepulan asap pekat setiap harinya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pembakaran sampah di TPS ini berlangsung masif, terutama saat siang hari.
Kendaraan becak motor (bentor) pembawa sampah tampak lalu lalang menurunkan muatan untuk langsung dipilah dan dibakar oleh petugas.
Sayangnya, kondisi cerobong asap TPS yang terlalu pendek membuat asap sisa pembakaran tidak membubung ke langit, melainkan terempas angin dan mengepung permukiman serta warung di sekitarnya.
Salah satu pemilik warung yang terdampak, Nor, mengaku sangat terganggu dengan kondisi ini. Letak warungnya yang sejajar dengan bangunan TPS membuat asap kerap masuk dan mengganggu kenyamanan para pembeli.
"Tentu merasa terganggu, asapnya sering mengarah ke warung kami sehingga membuat pembeli tidak nyaman," keluh Nor, Selasa (28/7).
Ia berharap pemerintah desa segera mengambil tindakan, salah satunya dengan meninggikan cerobong asap agar sisa pembakaran tidak langsung mengenai rumah warga.
Baca Juga:
Keluhan terhadap kepulan asap dari TPS juga disampaikan warga Desa Pasuruhan Lor lainnya, Samsul.
Ia menyoroti lokasi TPS yang berada di jalur padat lalu lintas, termasuk menjadi akses utama anak-anak sekolah.
Samsul berharap, cerobong asap TPS bisa segera diperbaiki dan dibuat lebih tinggi agar tidak mengganggu orang yang lewat sekitar lokasi.
"Mata pedih kalau kena asap, kasihan ada anak-anak sekolah yang lewat juga. Semoga cerobong asapnya bisa segera diperbaiki," harap Samsul.
Menanggapi keluhan warganya, Kepala Desa Pasuruhan Lor, Nor Badri, menyatakan akan segera mengambil tindakan tegas.
Ia berjanji akan menegur petugas TPS yang melakukan pembakaran tersebut.
Menurut dugaannya, kepekatan asap yang dikeluhkan warga kemungkinan terjadi karena adanya ban bekas yang ikut terbakar.
"Nanti akan kami tegur petugasnya. Ke depan akan kami perbaiki agar masalah ini tidak terulang kembali," kata Badri saat dikonfirmasi.
Pihak Pemerintah Desa Pasuruhan Lor juga berkomitmen untuk segera membenahi infrastruktur TPS, khususnya meninggikan cerobong pembuangan asap agar proses pengelolaan sampah tidak lagi mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga sekitar.