SHABDA
Cari berita…
Sosial

Atasi Kekeringan Sawah dan Krisis Air, Kodim Kudus Hadirkan Sumur Bor di Garung Kidul

TIA
TIA
Atasi Kekeringan Sawah dan Krisis Air, Kodim Kudus Hadirkan Sumur Bor di Garung Kidul
Peresmian sumur bor oleh Dandim 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie di Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, pada Rabu (19/8/2026). (Foto: Shabda.id.)

Langkah nyata mengatasi ancaman kekeringan di sektor pertanian untuk wilayah Kabupaten Kudus terus dilakukan Kodim 0722/Kudus.

Kudus, Shabda.id -- Langkah nyata mengatasi ancaman kekeringan di sektor pertanian hingga krisis air bersih di wilayah Kabupaten Kudus terus dilakukan Kodim 0722/Kudus.

Melalui program TNI Manunggal Air, Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, meresmikan tiga unit sumur bor di Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, pada Rabu (19/8/2026).

Program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ini difokuskan untuk membantu wilayah-wilayah yang rentan mengalami krisis air, terutama saat memasuki musim kemarau.

Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie menjelaskan, bantuan irigasi dan sistem pompanisasi ini disiapkan khusus untuk menjaga produktivitas kawasan persawahan di Desa Garung Kidul agar tidak terdampak kemarau panjang.

"Alhamdulillah sudah diresmikan irigasi dan pompanisasi khususnya untuk area persawahan. Ada tiga titik di Desa Garung Kidul, bisa digunakan untuk mengantisipasi kekeringan saat kemarau," ujar Letkol Arh Yuusufa.

Ia menambahkan, terjaminnya pasokan air diharapkan mampu menjaga kestabilan hingga meningkatkan hasil panen para petani setempat.

Hal ini sejalan dengan komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

Tak hanya menyasar lahan pertanian, Kodim Kudus juga membangun empat titik sumur bor tambahan yang diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih harian warga sekitar.

"Sumur bor persawahan ada tiga titik, sedangkan yang difungsikan sebagai sumber air bersih masyarakat ada 4 titik," ungkapnya.

Letkol Arh Yuusufa juga berpesan agar bantuan ini dapat dirawat bersama oleh warga.

Ia berharap aksi sosial ini bisa memicu sinergi lintas pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat Kudus mengatasi tantangan musim kemarau.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Garung Kidul, Aan Setyawan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian pihak TNI. Menurut Aan, keberadaan sumur bor ini menjadi angin segar bagi para petani di desanya.

Aan membeberkan bahwa pola tanam di Garung Kidul memiliki tantangan tersendiri. Pada Musim Tanam (MT) 1, lahan pertanian sering kali tergenang banjir, sehingga sebagian besar petani bergantung pada MT 2 untuk menanam padi dan MT 3 untuk tanaman palawija.

Ia berharap dengan adanya sumur bor ini dapat membantu mengatasi kekeringan di Desa Garung Kidul.

"Terima kasih atas bantuan sumur bor untuk pertanian semoga dapat bermanfaat, dapat meningkatkan hasil pertanian, dan mewujudkan ketahanan pangan seperti program pemerintah pusat," pungkas Aan.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait