Kudus, Shabda.id -- Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, memicu perhatian publik lantaran lokasinya yang tampak sepi dari aktivitas warga.
Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie langsung meluruskan pandangan tersebut. Pihaknya menegaskan, kawasan tersebut tetap dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, terutama sebagai akses utama menuju area perkebunan.
Menurut Yuusufa, lokasi KDMP berada di kawasan pegunungan yang secara visual memang tidak selalu memperlihatkan aktivitas masyarakat. Padahal, jalur tersebut setiap hari dilalui oleh para petani yang hendak beraktivitas di kebun mereka.
Selain itu, berdasarkan hasil survei bersama pemerintah desa, jarak antara lokasi koperasi dengan permukiman warga sebenarnya sangat dekat, yakni hanya berkisar antara 100 hingga 150 meter, serta dapat diakses dengan mudah menggunakan kendaraan roda empat maupun truk.
"Kalau dilihat dari sudut tertentu seolah-olah sepi, padahal merupakan jalur lalu-lalang warga menuju kebun masing-masing dan juga digunakan untuk kegiatan warga," ujar Yuusufa, Kamis (13/8/2026).
Pihaknya melanjutkan, keberadaan KDMP di wilayah tersebut dapat menjadi sarana yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat, khususnya di sektor pertanian.
"Harapannya bisa mendukung pertanian warga dan juga kebutuhan masyarakat. Lokasinya tidak terlalu jauh dari kampung," tegas Yuusufa.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Ternadi Arik Wahono menjelaskan, lahan yang digunakan untuk KDMP merupakan aset desa yang sudah sejak lama menjadi pusat kegiatan warga.
Baca Juga:
Sebelum dialihfungsikan sebagian untuk area koperasi, lokasi tersebut merupakan lapangan umum yang kerap dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan kemasyarakatan.
"Ini sebelumnya memang lapangan untuk masyarakat. Digunakan untuk olahraga, kemudian ada ketoprak, kesenian, dan orkes. Jadi sebenarnya cukup ramai," ungkap Arik saat memberikan keterangan di lokasi KDMP Ternadi.
Ia menambahkan, pemilihan lokasi ini memang didasari oleh status tanah sebagai aset desa dan letaknya yang dekat dengan rumah warga.
Guna menghidupkan kawasan tersebut secara berkelanjutan, Pemerintah Desa Ternadi telah menyiapkan serangkaian rencana penataan dan pengembangan.
Pemdes berencana memfasilitasi kebutuhan petani dengan menyediakan pasokan pupuk serta menjadikan koperasi sebagai wadah pemasaran hasil komoditas lokal, salah satunya adalah kopi khas Ternadi.
Untuk meningkatkan kenyamanan bertransaksi, pengelola koperasi juga direncanakan membuka layanan pesan antar dengan sistem bayar di tempat atau cash on delivery.
Selain fokus pada pengembangan ekonomi, penataan infrastruktur dan fasilitas umum juga menjadi prioritas.
Pemdes Ternadi akan menata kembali lapangan olahraga, mengajukan pembangunan taman kanak-kanak di sekitar kawasan, serta menganggarkan pelebaran jalan, pembuatan talut, dan pemasangan penerangan jalan berbasis tenaga surya melalui APBDes 2027 mendatang.