SHABDA
Cari berita…
Event

Buntut Penundaan Event Downhill, Pemdes Ternadi Kirim Surat Klarifikasi ke Penyelenggara

TIA
TIA
Buntut Penundaan Event Downhill, Pemdes Ternadi Kirim Surat Klarifikasi ke Penyelenggara
Event Downhill di Bukit Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu. (Foto: Shabda.id.)

Buntut penundaan ajang 76 Ultimate Downhill Series 2 di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, langsung ditindaklanjuti pemerintah desa setempat.

Kudus, Shabda.id -- Buntut penundaan ajang 76 Ultimate Downhill Series 2 di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, langsung ditindaklanjuti pemerintah desa setempat.

Pemerintah Desa (Pemdes) Ternadi resmi mengirimkan surat klarifikasi kepada panitia penyelenggara Indonesian Downhill (IDH) dan sponsor.

Adapun ajang balap sepeda gunung ekstrem tingkat nasiomal itu semula dijadwalkan berlangsung di Desa Ternadi Kudus pada 21–23 Agustus 2026.

Namun pada 6 Agustus 2026, melalui akun Instagram resmi @indonesiandownhill, diumumkan bahwa penyelenggaraan 76 Ultimate Downhill series 2 di Bukit Ternadi Kudus harus ditunda hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut.

Kepala Desa Ternadi, Arik Wahono, mengakui adanya kekeliruan dalam penulisan kolom "perihal" yang bertuliskan penolakan permohonan perizinan penyelenggaraan event Downhill.

"Format surat yang kami dapat seperti itu, kemudian kami kirimkan surat tersebut ke pihak penyelenggara dan sponsorship, padahal seharusnya yang benar adalah penundaan," terangnya, Jumat (14/8/2026).

Arik menceritakan, persoalan ini berawal dari usulan Pemdes yang menginginkan adanya perbaikan jalur menuju kawasan Wana Wisata Ternadi.

Pihaknya berharap balap sepeda gunung yang sudah rutin digelar sejak 2016 ini bisa memberi manfaat jangka panjang bagi infrastruktur desa.

"Dari desa menghendaki adanya perbaikan jalur sehingga pasca event, masyarakat masih bisa memanfaatkan untuk aktivitas ekonomi dan wisata," katanya.

Selain itu, ia meluruskan rumor yang beredar di media sosial mengenai isu permintaan uang. Arik menegaskan, pihak desa hanya meminta adanya kontribusi resmi untuk pemeliharaan jalur yang masuk ke kas desa.

"Selama ini kan hanya diserahkan ke pihak ketiga, jadi tidak ada yang masuk ke kas desa. Kami cuma ingin setiap kegiatan di Ternadi ada pemberitahuan dan koordinasi resmi dengan pemdes," tambahnya.

Merespons kabar penundaan yang sudah telanjur diumumkan pihak IDH di media sosial, Pemdes Ternadi langsung menggelar Musyawarah Desa (Musdes).

Hasilnya, seluruh elemen warga sepakat mendukung penuh agar kejuaraan sepeda gunung tersebut tetap bisa dilangsungkan di Ternadi.

Sebagai tindak lanjut konkret, pemdes menyiapkan surat susulan yang berisi klarifikasi resmi atas kekeliruan penulisan perihal pada surat pertama.

Kemudian, penyampaian hasil Musdes yang menyatakan dukungan penuh masyarakat agar event Downhill tetap digelar di Sirkuit Ternadi. Serta permohonan penyesuaian jadwal baru kepada panitia dan sponsor.

Meski agenda seri di Ternadi diundur dan posisinya tergeser oleh seri Arjuno Park pada Oktober mendatang, Arik berharap surat susulan tersebut dapat melunakkan keputusan panitia pusat.

"Meskipun keputusan akhir ada di tangan penyelenggara dan sponsor, kami sangat berharap surat klarifikasi ini diterima dan ajang Downhill di Ternadi tetap bisa diselenggarakan," pungkasnya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait