Kudus, Shabda.id -- Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnakerperinkop UKM) Kabupaten Kudus melalui Balai Latihan Kerja (BLK) kembali menghadirkan program pengembangan keterampilan kerja.
Kali ini, sebanyak 11 paket pelatihan disiapkan secara khusus untuk membekali generasi milenial, Gen Z, hingga para santri agar lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja modern.
Program yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026 ini menawarkan beragam bidang keahlian praktis.
Pilihan kelas yang disajikan sangat bervariasi, mulai dari keahlian barista, tata rias, pengolahan ikan, pembuatan roti dan kue, hingga Pembuatan Makanan Komersial (PMK).
Kepala UPTD BLK Kudus, Evita Dewi menjelaskan, pemilihan jenis pelatihan sengaja disesuaikan dengan tren usaha yang sedang berkembang pesat di masyarakat, seperti maraknya kedai kopi di berbagai pelosok daerah.
Menurutnya, potensi bisnis kopi jalanan maupun kafe perlu diimbangi dengan kualitas produk yang memadai.
"Pelatihan barista menjadi hal baru karena cukup potensial dan mendukung pemberdayaan UMKM," ujar Evita saat memberikan keterangan pada Kamis (8/10/2026).
Selain kelas barista, keahlian Pembuatan Makanan Komersial juga menjadi salah satu fokus utama.
Baca Juga:
Pelatihan ini dinilai sangat strategis karena membekali peserta dengan keterampilan mengolah berbagai menu makanan yang relevan dengan kebutuhan penyediaan gizi, termasuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Evita menambahkan, para lulusan akan menerima sertifikat kompetensi yang dapat menjadi modal berharga saat melamar pekerjaan di sektor penyediaan makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Keberadaan sertifikat resmi tersebut bahkan berpotensi memberikan nilai tambah bagi para pekerja dalam hal pengupahan.
"Ini bisa jadi bekal masyarakat yang ingin bekerja di sektor penyediaan makanan, termasuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG)," lanjutnya.
Evita menginformasikan, rangkaian 11 pelatihan baru ini menguras anggaran rata-rata Rp40 juta hingga Rp50 juta per paket.
Dengan tambahan program tersebut, BLK Kudus mencatat total ada 47 paket pelatihan keterampilan yang diselenggarakan sepanjang tahun 2026 dengan alokasi kuota 16 peserta per kelas dan total anggaran mencapai Rp2,4 miliar.
Sasaran program ini diprioritaskan bagi buruh rokok, pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), serta masyarakat umum ber-KTP Kudus berusia minimal 17 tahun.
Ia menegaskan, perhatian besar tetap diarahkan kepada generasi muda agar mereka lebih produktif.
"Program tersebut juga diarahkan kalangan Gen Z, generasi milenial, dan santri," tegas Evita.