Kudus, Shabda.id -- Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disnakerperinkop UKM) Kabupaten Kudus mencatat kenaikan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi 18.600 unit pada akhir 2025.
Angka ini meningkat dibanding tahun 2024 yang berjumlah 18.277 unit, dengan sektor makanan dan minuman sebagai penyumbang terbesar.
Jumlah sektor kuliner mencapai 3.900 pelaku usaha di wilayah Kabupaten Kudus. Sisanya bergerak di bidang fasyen, bordir, batik, hingga kerajinan tangan.
Kepala Bidang Koperasi dan UKM Disnakerperinkop UKM Kudus, M. Faiz Anwari menyampaikan, dinamika lapangan memang diwarnai dengan timbul tenggelamnya unit usaha.
Meski begitu, secara kumulatif angka UMKM di Kudus terus merangkak naik.
"Sektor kuliner ini pasarnya sangat luas dan terbukti tangguh. Saat pandemi covid-19 lalu, justru UMKM yang menjadi penyelamat perputaran ekonomi warga dari tingkat bawah," kata Faiz.
Baca Juga:
Ia melanjutkan, perjalanan pembinaan UMKM di tahun 2026 ini bukan tanpa kendala. Penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) berdampak pada pemangkasan anggaran kegiatan di tingkat pemerintah daerah.
Dampak efisiensi ini salah satunya terlihat pada program hibah modal usaha.
Jika pada tahun 2025 Pemkab Kudus mampu menyalurkan bantuan modal sebesar Rp25 juta untuk 20 kelompok UMKM, maka pada tahun 2026 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027, kuota bantuan disesuaikan menjadi 10 kelompok UMKM per tahun.
Untuk menyiasati keterbatasan APBD, Pemkab Kudus mengandalkan strategi kolaborasi lintas sektor agar pendampingan usaha tidak terhenti.
Seperti berkolaborasi dengan perguruan tinggi, perbankan, BUMN, hingga pihak swasta lainnya.
"Tahun ini memang banyak kegiatan yang terdampak efisiensi anggaran. Tetapi kami tetap melakukan pembinaan melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar pelaku UMKM tetap mendapatkan pendampingan," jelas Faiz.
Upaya pendampingan yang terus didorong meliputi pelatihan pemasaran digital (e-commerce), fasilitasi pameran produk unggulan dari tingkat lokal hingga nasional, serta mendorong keterlibatan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan UMKM lokal Kudus.