SHABDA
Cari berita…
Ekonomi

Rintis Usaha Jamur Tiram Sejak 2020, UMKM Tondhil Kudus Kini Dilirik HIPMI untuk Ekspor

TIA
TIA
Rintis Usaha Jamur Tiram Sejak 2020, UMKM Tondhil Kudus Kini Dilirik HIPMI untuk Ekspor
Isni Suharti bersama suami memperkenalkan produk UMKM Tondhil. (Foto: Shabda.id)

Berawal dari langkah kecil demi mencukupi kebutuhan dapur keluarga, Isni Suharti, kini sukses menyulap usaha rumahannya menembus pasar nasional.

Kudus, Shabda.id -- Berawal dari langkah kecil demi mencukupi kebutuhan dapur keluarga, Isni Suharti, kini sukses menyulap usaha rumahannya menembus pasar nasional.

Melalui UMKM bernama Tondhil, Isni berhasil membuktikan bahwa bisnis olahan jamur tiram skala rumahan mampu menembus pasar pameran nasional hingga dilirik untuk rintisan ekspor.

Usaha yang dirintis sejak Desember 2020 ini bermula dari sebuah dapur sederhana di rumahnya yang terletak di Jalan Lingkar Timur, Krasak Ngembal RT 4 RW 2, Kabupaten Kudus.

Di sanalah Isni meracik berbagai produk makanan dan minuman berbahan alami yang kini sukses menembus pasar online hingga deretan toko oleh-oleh.

Produk unggulan Tondhil antara lain pare crispy, jamur crispy dengan berbagai varian rasa, serta wedang rempah atau wedang uwuh dalam bentuk kering yang praktis diseduh.

Dalam satu bulan, Tondhil mampu memproduksi rata-rata 300 hingga 500 kemasan. Konsumen terpikat karena Tondhil konsisten mengedepankan cita rasa lokal yang segar dan berkualitas.

"Awalnya saya memulai usaha karena kebutuhan ekonomi keluarga yang harus tercukupi. Alhamdulillah, dari usaha rumahan ini sekarang bisa terus berkembang," ujar Isni saat ditemui pada Sabtu (11/7/2026).

Kini, Tondhil telah melebarkan sayapnya. Selain fokus pada penjualan, Isni aktif membagikan ilmu kewirausahaan.

Ia kerap diundang menjadi narasumber di berbagai sekolah dan perguruan tinggi untuk mengedukasi generasi muda mengenai proses memulai bisnis, pengurusan legalitas, hingga strategi pemasaran.

Lebih dari itu, Tondhil juga tergabung dalam program wisata edukasi Petaku Kudus.

Program ini membuka pintu bagi para pelajar dan mahasiswa untuk belajar langsung mengenai proses budidaya hingga pengolahan jamur tiram sebagai potensi agribisnis lokal.

Konsistensi Isni membawa Tondhil sering unjuk gigi di berbagai pameran strategis yang difasilitasi oleh instansi pemerintah dan Dekranasda.

Tondhil bahkan pernah terlibat dalam mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri melalui stan UMKM yang difasilitasi oleh PT Djarum Kudus.

Saat ini, Tondhil tengah bersiap melangkah lebih jauh setelah lolos proses kurasi dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai bagian dari program pembinaan menuju rintisan ekspor.

Meskipun produk olahan jamur tiram dan wedang uwuh miliknya kaya akan nutrisi dan mendukung pola hidup sehat, Isni dengan bijak mengingatkan bahwa produknya merupakan pangan olahan pendamping, bukan pengganti pengobatan medis.

Ke depan, Isni berharap Tondhil dapat terus memperluas pasar dan memotivasi masyarakat agar tidak takut memulai usaha dari rumah.

Bagi masyarakat yang tertarik mencicipi produk atau mengadakan kunjungan edukasi, dapat menghubungi nomor 0812-2852-7521 atau mengunjungi akun Instagram resmi @jamur_crispy_tondhil.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait