SHABDA
Cari berita…
Unjuk Rasa

Buntut Penutupan Rekening, Bank Mandiri Digruduk AMPB

Nahidur Rohman
Nahidur Rohman
Buntut Penutupan Rekening, Bank Mandiri Digruduk AMPB
Kordinator AMPB berorasi di depan Bank Mandiri Pati (Foto: Shabda.id)

Coretan menggunakan cat semprot antara lain bertuliskan “Boikot Bank Mandiri” dan “Bank Mandiri Antek Koruptor” serta aksi lempar telur busuk

Pati, Shabda.id- Kantor Bank Mandiri KCP Pati digeruduk massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Selasa 15 September 2026.

Aksi sempat memanas, saat massa melempari telur busuk ke arah kantor bank, membakar ban hingga mengepulkan asap hitam, serta mencoret sejumlah bagian halaman dan akses jalan di sekitar kantor.

Coretan menggunakan cat semprot antara lain bertuliskan “Boikot Bank Mandiri” dan “Bank Mandiri Antek Koruptor”.

Aksi itu merupakan bentuk protes AMPB terhadap persoalan rekening Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, yang sebelumnya sempat diblokir Bank Mandiri.

AMPB mempersoalkan pemblokiran rekening yang disebut berisi dana sekitar Rp80,9 juta. Menurut Botok, uang tersebut merupakan gabungan dana pribadi dan donasi masyarakat yang disiapkan untuk membiayai aksi di Gedung DPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus 2026.

Aksi tersebut dilakukan untuk mengawal tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.

Botok menyebut rekeningnya diblokir pada 21 Agustus 2026, beberapa hari sebelum keberangkatan massa AMPB ke Jakarta.

Menurut dia, pemblokiran dilakukan tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepadanya.

Pihak bank sebelumnya disebut berdalih tindakan tersebut dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum. Namun, menurut keterangan yang diterima AMPB, kepolisian hanya meminta penundaan transaksi, bukan pemblokiran rekening secara penuh.

Rekening tersebut kemudian kembali dapat diakses pada 26 Agustus 2026, sehari sebelum aksi AMPB di Jakarta. Bagi Botok, persoalan tersebut bukan sekadar masalah layanan perbankan.

Ia menduga tindakan terhadap rekeningnya berkaitan dengan aktivitas gerakan masyarakat sipil yang sedang mereka jalankan.

“Judi online yang merusak masyarakat atau rekening koruptor triliunan rupiah kenapa tidak diblokir? Kami berjuang untuk bangsa, tapi Bank Mandiri dengan sewenang-wenang memblokir kami. Ini adalah bentuk pembungkaman suara rakyat,” tegas Botok di sela aksi.

Sementara koordinator AMPB lainnya, Teguh Istiyanto, memjelaskan aksi pelemparan telur busuk bukan dilakukan tanpa alasan.

Menurutnya, telur busuk menjadi simbol kekecewaan massa terhadap kebijakan perbankan yang mereka nilai merugikan gerakan masyarakat sipil.

“Itu adalah simbol kebusukan perbankan yang menghambat gerakan masyarakat sipil antikorupsi. Makanya kami sebut mereka sebagai ‘antek koruptor’,” ujar Teguh.

Selain persoalan rekening, Botok mengklaim AMPB juga menghadapi tekanan lain selama menjalankan aktivitas mereka. Ia menyebut rombongan massa sebelumnya mengalami pelemparan batu terhadap bus serta adanya tekanan kepada penyedia jasa transportasi yang mereka gunakan.

Namun, klaim tersebut merupakan pernyataan dari pihak AMPB dan masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait.

Aksi AMPB disebut akan berlangsung secara maraton selama empat hari. Massa bahkan menyatakan siap memperpanjang aksi apabila tuntutan mereka belum memperoleh kejelasan.

Pada hari pertama, AMPB menolak tawaran diskusi atau audiensi dengan pihak manajemen Bank Mandiri KCP Pati. Botok mengatakan massa sengaja tidak membuka ruang dialog pada hari pertama karena ingin terlebih dahulu menyampaikan kekecewaan mereka.

“Hari ini kami tidak mau diskusi, kami murni ingin meluapkan kemarahan karena tindakan Bank Mandiri sangat melukai rakyat. Nanti pada akhir aksi baru kami akan beraudiensi untuk menanyakan regulasinya,” kata Botok.

Selama aksi berlangsung, pintu masuk Bank Mandiri KCP Pati tampak ditutup. Sejumlah polisi bersama petugas keamanan internal bank berjaga di sekitar lokasi.

Aktivitas pelayanan di dalam kantor juga tampak terganggu selama massa menggelar aksi di halaman.

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen Bank Mandiri KCP Pati belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan AMPB maupun persoalan rekening yang dipersoalkan massa.

Petugas keamanan di lokasi menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keterangan dan tidak menghubungkan awak media dengan pihak manajemen.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Nahidur Rohman

Penulis

Nahidur Rohman

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait