Pati, Shabda.id -- Kepulan asap tebal yang membumbung tinggi mengejutkan warga Dukuh Kletak, Desa Klecoregonang RT 01 RW 03, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati pada Minggu (21/6/2026) siang.
Sebuah insiden kebakaran hebat dilaporkan terjadi di wilayah tersebut sekitar pukul 13.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa ini diduga kuat berawal dari aktivitas pembakaran sampah elektronik.
Sebelum api membesar, warga sebenarnya sempat berupaya memadamkan dan menyiram bekas pembakaran tersebut dengan air.
Namun nahas, beberapa saat setelah ditinggalkan, bara api kembali muncul dan dengan cepat membesar hingga memicu kebakaran yang mengundang perhatian warga sekitar.
Mendapat laporan darurat dari masyarakat, petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Pati bergerak cepat menuju lokasi kejadian demi mengantisipasi amukan si jago merah meluas ke permukiman sekitar.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak lima armada pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi. Proses penjinakan api ini melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga:
Di antaranya ada Pos Damkar Satpol PP Pati (Pos Pati, Pos Kayen, dan Pos Juwana), Personel Yonif 936/Goda Winong Kidul, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati.
Petugas gabungan saling bahu-membahu menyemprotkan air ke titik api.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas langsung melakukan proses pendinginan (cooling down) secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi bara tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Hingga seluruh proses penanganan dan lokalisasi api selesai dinyatakan tuntas, petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam insiden ini.
"Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka. Untuk penyebab pasti kebakaran dan total kerugian material, saat ini masih menunggu hasil pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait," tulis keterangan dari petugas di lapangan.
Belajar dari insiden ini, pihak berwenang mengimbau keras kepada seluruh masyarakat agar jauh lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas pembakaran sampah, terlebih sampah elektronik atau material yang mudah terbakar.
Warga diminta memastikan kondisi api benar-benar telah padam total sebelum ditinggalkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.