Kudus, Shabda.id -- Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day), Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus memfasilitasi program vaksinasi rabies gratis untuk 150 ekor hewan peliharaan.
Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang memiliki hewan kesayangan seperti kucing, anjing, maupun kera.
Pelaksanaan kegiatan ini berpusat di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Besito, Kecamatan Gebog pada Senin dan Selasa (5–6/10/2026).
Selain untuk memperingati Hari Rabies Sedunia, pemilihan lokasi tersebut disengaja agar masyarakat Kudus lebih mengenal keberadaan fasilitas kesehatan hewan resmi milik pemerintah daerah.
Hal itu dikonfirmais oleh Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah, saat dimintai keterangan pada Senin (5/10/2026).
"Kenapa dipusatkan di sana (Puskeswan Besito), karena kami sekaligus ingin mengenalkan lokasi Puskeswan yang kita miliki, supaya lebih familiar juga ke masyarakat," ujar Arin.
Ia melanjutkan, pendaftaran vaksinasi rabies gratis ini dibuka secara daring melalui tautan https://bit.ly/wrdkudus2026 hingga Minggu (4/10/2026).
Dari total kuota 150 ekor yang disediakan, hingga Jumat (2/10/2026) keterisian pendaftar baru mencapai sekitar 60 persen, sehingga masih menyisa puluhan slot bagi warga yang berminat mendaftarkan hewan peliharaannya.
Arin mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini karena seluruh proses vaksinasi diberikan tanpa dipungut biaya.
Namun, ada beberapa persyaratan kesehatan yang wajib dipenuhi oleh hewan penerima vaksin. Yaitu berusia minimal empat bulan, berada dalam kondisi sehat, tidak sedang hamil atau menyusui, serta idealnya sudah diberi obat cacing dan kutu.
Baca Juga:
Sementara bagi hewan yang pernah mendapatkan vaksin sebelumnya, jarak dari penyuntikan terakhir harus minimal lebih dari enam bulan.
Pemberian vaksin ini dinilai sangat krusial mengingat rabies merupakan jenis penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia dan berpotensi memicu kematian.
Interaksi yang intens antara hewan peliharaan dengan pemilik maupun lingkungan sekitar membuat langkah pencegahan ini menjadi sangat penting.
"Vaksin itu penting karena sebagai upaya mitigasi atau pencegahan. Rabies itu termasuk salah satu penyakit yang bisa menyerang manusia juga, termasuk zoonosis," terang Arin.
"Ini sebagai langkah upaya supaya tidak sampai kena penyakit rabies, karena ancamannya bisa sampai ke kematian," tegasnya.
Disinggung mengenai kondisi penularan rabies di Kabupaten Kudus saat ini, menurut Arin tergolong aman dan relatif terkendali.
Tidak ada laporan temuan kasus baru dalam rentang waktu sekitar empat tahun terakhir.
Temuan terakhir terjadi sekitar 4–5 tahun lalu pada seekor anjing yang menunjukkan gejala rabies, namun langsung ditangani dengan pemusnahan sehingga tidak sampai menular ke manusia.
Meski situasi daerah sudah bebas kasus selama bertahun-tahun, Dispertan Kudus menegaskan bahwa kewaspadaan dan tindakan pencegahan dini seperti vaksinasi tidak boleh diabaikan.
"Penting bagi masyarakat yang punya hewan peliharaan untuk melakukan vaksinasi rabies. Itu sepele sepertinya, tapi itu bisa membantu kita untuk mencegah," pungkasnya.