Kudus, Shabda.id -- Musibah kebakaran melanda dua wilayah berbeda di Kabupaten Kudus dalam waktu yang hampir berdekatan pada Sabtu pagi (18/7/2026).
Dua unit rumah permanen, masing-masing di Kecamatan Gebog dan Kecamatan Jati, hangus dilalap si jago merah akibat diduga mengalami korsleting listrik.
Total kerugian dari kedua peristiwa ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, membenarkan adanya dua insiden kebakaran berturut-turut yang terjadi di wilayahnya sejak subuh hingga pagi hari.
"Tim satgas kami bersama personel pemadam gabungan telah diterjunkan ke dua lokasi berbeda sejak subuh tadi untuk menjinakkan api. Kebakaran pertama terjadi di Klumpit, Kecamatan Gebog, dan yang kedua di Megawon, Kecamatan Jati. Keduanya terjadi di kawasan padat penduduk," ungkap Eko.
Ia mengungkapkan, kebakaran pertama dilaporkan terjadi di Dukuh Kalilopo, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, sekitar pukul 04.30 WIB.
Bagian dapur rumah permanen milik warga bernama Solman tiba-tiba terbakar saat penghuni rumah masih tertidur.
Insiden ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang saat itu hendak menunaikan ibadah shalat subuh.
Saksi dikejutkan oleh kobaran api yang bersumber dari dapur korban. Ia pun bergegas membangunkan pemilik rumah dan menyelamatkan istri serta dua anak korban ke tempat yang aman.
Meski sempat diantisipasi secara mandiri oleh warga, api yang cepat membesar baru bisa dikendalikan setelah armada pemadam kebakaran tiba di lokasi.
"Api diduga kuat berasal dari korsleting arus pendek listrik di bagian dapur, lalu merambat ke bahan yang mudah terbakar. Luas area dapur yang terbakar sekitar 3x5 meter persegi," ungkap Kalak BPBD Kudus.
"Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta karena peralatan masak, tabung gas, dan struktur atap bambunya hangus," jelasnya menambahkan.
Api pun berhasil dipadamkan secara total pada pukul 05.20 WIB setelah satu unit Damkar Satpol PP Kudus, satu unit Damkar BPBD, serta damkar PT Djarum dan PT Sukun bahu-membahu melakukan penyemprotan di lokasi yang sempit.
Baca Juga:
Terpisah, belum genap dua jam setelah kebakaran pertama padam, laporan kebakaran kembali masuk pada pukul 06.27 WIB.
Kali ini, api mengamuk di Dukuh Bogol, Desa Megawon, Kecamatan Jati.
Objek yang terbakar adalah sebuah bangunan permanen berukuran 7x12 meter persegi milik Hery dan Noviri Ardila yang sehari-hari difungsikan sebagai rumah tinggal sekaligus bengkel mobil.
Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong dan terkunci.
Pemilik rumah sedang berada di RSUD Kudus untuk menunggui suaminya yang mengalami kecelakaan sejak sore hari sebelumnya.
Tetangga korban yang melihat kepulan asap membubung langsung mengajak warga sekitar mendobrak pintu barat rumah dan menemukan api sudah membesar.
"Untuk kejadian di Megawon, kerugiannya jauh lebih besar, ditaksir mencapai Rp200 juta karena mencakup bangunan bengkel beserta isinya. Penyebabnya juga diduga sama, yakni korsleting listrik karena rumah ditinggal kosong dalam waktu yang cukup lama," Eko.
Api baru bisa dijinakkan secara total pada pukul 07.40 WIB setelah tiga unit damkar gabungan dari Satpol PP, BPBD, dan PT Noyorono dikerahkan ke lokasi kejadian.
Eko menambahkan, dalam kedua operasi pemadaman tersebut, tim di lapangan menghadapi kendala yang serupa.
Kedua lokasi kebakaran berada di area pemukiman yang padat penduduk dengan akses jalan yang terbatas dan sempit, sehingga ruang gerak armada pemadam sempat terhambat.
Berkat kesigapan tim gabungan, api berhasil disekat sehingga tidak merembet ke pemukiman sekitar.
Menutup keterangannya, Kalak BPBD Kudus mengimbau kepada seluruh masyarakat Kudus untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan di dalam rumah.
"Kami mengimbau warga untuk selalu mengecek instalasi listrik secara berkala. Terutama jika hendak bepergian atau meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, pastikan alat elektronik yang tidak digunakan sudah dicabut demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," pungkas Eko.