Kudus, Shabd.id -- Sebidang lahan yang berlokasi di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, yang rencananya akan dimanfaatkan sebagai lokasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sunan Muria Kudus, terancam ditunda.
Sebab saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sedang membuka membuka opsi untuk mengalihkan pemanfaatan lahan calon rumah sakit baru tersebut kepada investor swasta.
Langkah ini diambil mengingat keterbatasan anggaran daerah yang tidak memungkinkan untuk membiayai proyek fisik secara mandiri.
Apalagi, Pemkab Kudus juga menghadapi penyesuaian anggaran akibat pemangkasan Transfer ke Kas Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Eko Djumartono mengungkapkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus saat ini tidak sanggup menopang pembangunan RSUD anyar.
"Kalau menggunakan APBD dengan kondisi keuangan seperti ini, tidak kuat. Kalau kerja sama dengan pihak ketiga, masih kita kaji bentuk kerjasamanya," ujar Eko, Rabu (9/9/2026).
Senada dengan Sekda, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam menjelaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini juga tidak memprioritaskan pembangunan rumah sakit baru di daerah.
Baca Juga:
Kemenkes lebih mendorong Pemda untuk memaksimalkan dan mengembangkan RSUD yang sudah beroperasi.
"Kalau bangun baru kan berhubungan dengan TKD, karena Menteri Kesehatan juga tidak bisa memberikan sumbangan DAK maupun lainnya. Menkes tidak tertarik (pembangunan RSUD baru), arahnya justru pengembangan RSUD yang sudah ada," terang dr. Hakam.
Meski target awal pembangunan RSUD Sunan Muria dijadwalkan pada 2027 sebagai pusat penanganan penyakit paru-paru, hadirnya investor menjadi angin segar bagi daerah.
dr. Hakam membeberkan, setidaknya ada tiga investor yang melirik lahan di Karangmalang, di mana salah satunya berencana mendirikan rumah sakit berstandar internasional.
"Karena (Pemkab Kudus) tidak punya uang (untuk membangun RSUD), jadi pasti investor yang cukup menjanjikan bagi investasi di Kudus boleh juga. Isunya rumah sakit internasional, itu kan malah cukup bagus," tambahnya.
Tak hanya di Karangmalang, lahan di Desa Jati Wetan (depan Terminal Jati Kudus) juga mulai diincar investor untuk fasilitas kesehatan.
dr. Hakam menilai, tingginya minat investasi ini sejalan dengan tingginya rujukan pasien dari luar daerah ke Kudus, yang berpotensi dikembangkan menjadi konsep Hospital Tourism.
Kendati demikian, Pemkab Kudus menegaskan belum ada keputusan final dan seluruh skema kerja sama masih dalam tahap kajian mendalam.