SHABDA
Cari berita…
Keselamatan

Fasilitas Damkar Rembang Dipertanyakan, Petugas Bertaruh Nyawa Tanpa APD Layak

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Fasilitas Damkar Rembang Dipertanyakan, Petugas Bertaruh Nyawa Tanpa APD Layak
Dua petugas pemadam kebakaran Rembang mengalami luka di kaki (Foto: Shabda.id)

BPBD Rembang kini telah memperkuat koordinasi dan menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar serta instansi lain di wilayah Rembang

Rembang, Shabda.id- Alat Pelindung Diri (APD) petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dilaporkan sangat minim. Saking terbatasnya fasilitas pelindung, sejumlah sepatu boots milik petugas dilaporkan jebol hingga tertembus pecahan kaca atau beling saat bertugas di lapangan.

Kondisi tersebut diakui langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Fahrudin. Dia menyebut langsung menyaksikan kondisi prihatin tersebut saat memantau penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Pada saat itu memang pas pemakaman (pemadaman) di TPA, saya ikut dan memang peralatannya, peralatan pelindung diri pada teman-teman itu masih sangat terbatas," kata Fahrudin kepada wartawan, Selasa 06 Oktober 2026.

Merespons kondisi tersebut, Fahrudin memastikan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengadaan APD baru bagi para petugas penjinak api tersebut. Rencananya, anggaran pengadaan akan dimasukkan dalam APBD Perubahan (APBD-P).

"Insyaallah dengan di anggaran perubahan ini nanti akan pengadaan terkait dengan APD. APD yang ada di teman-teman, termasuk sepatu dan sebagainya itu akan kami cukupi," terangnya.

Selain persoalan APD yang tak layak, kesiapan armada penunjang pemadaman juga menjadi sorotan. Fahrudin menjelaskan, saat ini BPBD Rembang mengandalkan sekitar 4 unit armada water supply.

Meski tidak menampik adanya kendala teknis dan kerusakan armada akibat keterbatasan yang ada, Fahrudin berjanji jajarannya tetap akan memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat Rembang.

"Ya istilahnya yang namanya keterbatasan pasti ada. Tapi semua akan saya upayakan bisa memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat dalam rangka tugas-tugas kebencanaan ini," tegasnya.

Untuk menyiasati keterbatasan armada pelat merah, BPBD Rembang kini telah memperkuat koordinasi dan menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar serta instansi lain di wilayah Rembang. Skenario bantuan armada pun sudah disiapkan jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran besar.

"Kita sudah bekerja sama dengan PLTU dan termasuk PT Semen Indonesia dan juga termasuk Yon (batalyon setempat). Semua sudah kami persiapkan," pungkasnya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait