SHABDA
Cari berita…
BBM

Hampir 2 Bulan SPBU Kalirejo Tak Layani Pertalit

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Hampir 2 Bulan SPBU Kalirejo Tak Layani Pertalit
Suasana SPBU Kalirejo Undaan Kudus (Foto: Shabda.id)

Untuk alasan keamanan dan keselamatan konsumen, Pertamina menginstruksikan agar layanan Pertalite sementara tidak dioperasikan

Kudus, Shabda.id- Layanan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, hingga kini masih belum dibuka untuk masyarakat.

Kondisi tersebut terjadi setelah SPBU setempat mengalami permasalahan teknis dan menjalani proses perbaikan sejak Juli 2026.

Hampir dua bulan berlalu, pelayanan Pertalite masih dihentikan. Sementara itu, pembelian BBM jenis Pertamax dan solar di SPBU tersebut telah kembali berjalan normal.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan pompa Pertalite di SPBU Kalirejo masih dalam proses perbaikan. Untuk alasan keamanan dan keselamatan konsumen, Pertamina menginstruksikan agar layanan Pertalite sementara tidak dioperasikan.

“Perbaikannya belum selesai. Kalau sudah selesai, SPBU akan mengajukan surat permohonan kepada kami untuk dicek oleh Pertamina. Setelah itu baru bisa beroperasi,” ujar Taufiq, Kamis 27 Agustus 2026.

Menurutnya, Pertamina terus memantau proses perbaikan yang dilakukan pihak SPBU. Ia berharap perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga pelayanan Pertalite kembali normal dan masyarakat dapat membeli BBM seperti sebelumnya.

Terpisah, Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kudus, Sonhaji, membenarkan bahwa hingga hari ini (Kamis), SPBU Kalirejo masih berada dalam pembinaan Pertamina.

Ia menjelaskan, SPBU tersebut belum diperbolehkan menjual Pertalite. Namun, pelayanan Pertamax dan solar tetap berjalan normal. Ketersediaan stok BBM di SPBU Kalirejo juga dipastikan aman.

“Stok aman, tidak ada kelangkaan. Hanya saja untuk jenis Pertalite belum boleh dijual,” jelasnya.

Sonhaji mengungkapkan, penghentian penjualan Pertalite bermula dari kesalahan teknis saat proses pengisian BBM ke tangki penyimpanan. Saat itu, BBM jenis Pertamax justru masuk ke tangki yang seharusnya digunakan untuk Pertalite.

Atas kejadian tersebut, Pertamina meminta agar BBM yang berada di dalam tangki tidak dijual terlebih dahulu. Langkah itu dilakukan sembari menunggu investigasi dan memastikan kondisi tangki maupun BBM tersebut aman untuk kembali dipasarkan.

“Sampai saat ini memang masih dalam pembinaan Pertamina dan belum diperbolehkan menjual Pertalite akibat kejadian tersebut,” tandas Sonhaji.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait