SHABDA
Cari berita…
Peristiwa

Isu Dugaan Pencabulan Pengasuh Ponpes Gegerkan Talun Pati, Warga Geruduk Balai Desa hingga Datangi Pondok

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Isu Dugaan Pencabulan Pengasuh Ponpes Gegerkan Talun Pati, Warga Geruduk Balai Desa hingga Datangi Pondok
Warga Talun mendatangi Balai Desa (Foto: Shabda.id)

Setelah forum di balai desa selesai, mereka kemudian bergerak menuju pondok pesantren yang diasuh oleh sosok yang disebut dalam isu dugaan tersebut

Pati, Shabda.id- Isu dugaan pencabulan yang disebut dilakukan oleh seorang pengasuh pondok pesantren menggegerkan warga Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.

Isu tersebut ramai beredar di masyarakat dan media sosial hingga memicu warga mendatangi Balai Desa Talun pada Selasa 08 September 2025 malam.

Warga tiba di balai desa sekitar pukul 21.30 WIB. Mereka meminta pemerintah desa menyikapi keresahan yang muncul terkait isu dugaan tersebut.

Forum antara warga dan pemerintah desa berlangsung sekitar satu jam. Pembahasan kemudian berakhir sekitar pukul 22.30 WIB.

Namun, warga tidak langsung membubarkan diri. Setelah forum di balai desa selesai, mereka kemudian bergerak menuju pondok pesantren yang diasuh oleh sosok yang disebut dalam isu dugaan tersebut.

Kasi Pemerintahan Desa Talun, Nur Salim, membenarkan adanya pertemuan warga dengan pemerintah desa pada malam tersebut.

Menurutnya, pemerintah desa sebelumnya belum memberikan respons karena belum menerima laporan resmi terkait isu yang beredar.

“Karena sampai tadi sore, jam kerja, kami dari Pemdes Desa Talun tidak ada laporan yang masuk dari pihak mana pun. Maka pada saat jam kerja kami tidak melakukan respons apa-apa,” kata Nur Salim.

Situasi kemudian berkembang setelah isu tersebut ramai di media sosial. Penjabat (Pj) Kepala Desa Talun selanjutnya berinisiatif menggelar rapat koordinasi untuk membahas persoalan tersebut.

Dalam forum itu, warga menyampaikan sejumlah aspirasi. Salah satunya meminta sosok yang disebut dalam isu tersebut mengundurkan diri dari sejumlah jabatan di lingkungan desa.

Sosok tersebut diketahui memiliki sejumlah peran di masyarakat, di antaranya LPMD, Ketua Koperasi Merah Putih, Ketua RT, Ketua pengurus makam, Ketua lelangan aset bondo deso, serta Ketua kegiatan rutin sedekah bumi.

Selain itu, warga juga mengusulkan agar pondok pesantren yang bersangkutan ditutup. Setelah menyampaikan aspirasi di balai desa, warga kemudian bergerak menuju pondok pesantren.

Pergerakan warga tersebut menjadi rangkaian dari keresahan yang muncul setelah isu dugaan pencabulan beredar luas.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai kebenaran dugaan tersebut.

Pemerintah desa menyatakan belum menerima laporan resmi dari pihak yang disebut sebagai korban maupun keluarganya. Belum terdapat pula proses hukum yang dapat menjadi dasar untuk memastikan dugaan tersebut.

Pemdes Talun pun mengimbau agar persoalan tersebut diproses melalui mekanisme resmi apabila memang terdapat dugaan tindak pidana.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait