Kudus, Shabda.id -- Sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan demokrasi resmi dimulai di Kabupaten Kudus.
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, membuka langsung tahapan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak tingkat SLTA sederajat se-Kabupaten Kudus tahun 2026 di Pendapa Kabupaten Kudus pada Selasa (28/7/2026).
Menariknya, agenda ini disebut-sebut sebagai aksi Pilketos serentak pertama di tingkat kabupaten untuk wilayah Jawa Tengah.
Wakil Bupati Bellinda Birton menyampaikan bahwa ajang Pilketos Serentak ini bukan sekadar agenda sekolah biasa, melainkan replika alias miniatur dari Pemilu dan Pilkada yang sesungguhnya.
Lewat program ini, para siswa diajak belajar langsung cara berdemokrasi sejak dini.
"Dalam kehidupan demokrasi, suara rakyat adalah dasar legitimasi kepemimpinan. Karena itu, Pilketos ini jadi miniatur pemilu sesungguhnya. Anak-anak diajarkan menghargai perbedaan pilihan dan menerima hasil dengan lapang dada," ujar Bellinda.
Melalui program ini, para pelajar akan mempraktikkan seluruh alur pemilu secara riil.
Mulai dari pembentukan panitia, pendaftaran calon, penyampaian visi-misi, kampanye sehat, pemungutan dan penghitungan suara, sampai tahap pelantikan.
Baca Juga:
Bellinda berharap ajang ini bisa mencetak calon pemimpin masa depan Kudus yang berintegritas.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kudus, Ahmad Amir Faisol, mengonfirmasi bahwa gerakan serentak satu kabupaten ini memang menjadi pionir di Jawa Tengah.
Langkah besar ini sukses berjalan berkat dukungan penuh Pemkab Kudus yang menerbitkan surat edaran resmi ke sekolah-sekolah.
"Kolaborasi ini jadi modal penting agar pendidikan demokrasi bisa menjangkau lebih banyak pelajar di Kudus," kata Faisol.
Faisol membeberkan, total ada 91 sekolah yang akan terlibat dalam Pilketos Serentak ini, meliputi SMA, SMK, MA, hingga empat SMALB di seluruh penjuru Kudus.
Untuk hari pencoblosan atau pemungutan suara, KPU mengagendakannya pada 27 September 2026. Namun, pihak KPU tetap memberikan kelonggaran waktu bagi sekolah dengan kondisi khusus.
"Bagi siswa SMK yang kebetulan sedang magang, pihak sekolah diberikan fleksibilitas waktu (mencoblos), asal masih dalam rentang tahapan yang sudah ditentukan. Yang penting semangat serentaknya tetap terjaga," jelasnya.
Lewat simulasi skala besar ini, KPU Kudus berharap bisa mendongkrak indeks demokrasi daerah. Selain itu, kegiatan ini menjadi bekal matang bagi para pelajar agar siap dan bijak saat menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendatang.