SHABDA
Cari berita…
Lingkungan

Jaga Populasi Ikan, 30 Ribu Benih Nila hingga Tombro Ditebar di Waduk Gunung Rowo Pati

Nahidur Rohman
Nahidur Rohman
Jaga Populasi Ikan, 30 Ribu Benih Nila hingga Tombro Ditebar di Waduk Gunung Rowo Pati
Satpolairud Polresta Pati menebar benih ikan Nila (Foto: Shabda.id)

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga populasi ikan sekaligus mempertahankan kelestarian ekosistem perairan di Waduk Gunung Rowo

Pati, Shabda.id- Sebanyak 30 ribu benih ikan ditebar di kawasan Waduk Gunung Rowo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Penebaran benih tersebut dilakukan Satpolairud Polresta Pati bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, kelompok pembudidaya ikan, serta masyarakat sekitar waduk.

Benih yang ditebar terdiri dari beberapa jenis ikan, yakni nila, karper, dan tombro.

Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga populasi ikan sekaligus mempertahankan kelestarian ekosistem perairan di Waduk Gunung Rowo.

“Kami bersama DKP dan kelompok pembudidaya ikan melakukan penebaran benih sebagai upaya menjaga populasi ikan di Waduk Gunung Rowo. Harapannya ekosistem perairan tetap terjaga dan masyarakat juga dapat merasakan manfaatnya,” kata Hendrik.

Sebelum ditebar, puluhan ribu benih tersebut dipindahkan dari kolam pembenihan milik Sutiyono di Dukuh Mbangan, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, menuju Kolam Budidaya Mina Gunung Rowo Indah (MGRI) di kawasan waduk.

Proses pemindahan dilakukan bersama petugas DKP Kabupaten Pati dan kelompok pembudidaya ikan Mina Gunung Rowo Indah (MGRI).

Hendrik mengatakan, keberadaan populasi ikan di waduk tidak hanya berkaitan dengan kelestarian ekosistem, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari perairan.

“Benih yang kami pindahkan terdiri dari beberapa jenis ikan, yakni nila, karper dan tombro. Kami berharap penebaran ini dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung keberlanjutan usaha masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari perairan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Satpolairud juga mengingatkan masyarakat sekitar agar menjaga kebersihan waduk dan tidak menggunakan alat tangkap yang dapat merusak ekosistem.

Masyarakat diminta tidak menggunakan setrum maupun racun untuk menangkap ikan.

Hendrik menegaskan, menjaga kelestarian Waduk Gunung Rowo membutuhkan keterlibatan kepolisian, pemerintah daerah, kelompok pembudidaya ikan, dan masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga waduk ini bersama-sama. Jangan menggunakan setrum, racun, atau alat tangkap lain yang tidak ramah lingkungan. Kalau ekosistem terjaga, manfaatnya juga akan kembali kepada masyarakat,” tegasnya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Nahidur Rohman

Penulis

Nahidur Rohman

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait