SHABDA
Cari berita…
Infrastruktur

Jalan Cinta Lasem Rusak Parah dan Gelap Gulita, Warga Keluhkan Balap Liar hingga Dugaan Asusila

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Jalan Cinta Lasem Rusak Parah dan Gelap Gulita, Warga Keluhkan Balap Liar hingga Dugaan Asusila
Akses jalan desa penghubung Desa Dasun dengan KUA Lasem kondisinya rusak dan gelap (Foto: Shabda.id)

Untuk mengatasi kendala keterbatasan jaringan listrik PLN, DPRD mendorong Dishub mempertimbangkan penggunaan LPJU berbasis tenaga surya atau solar cell

Rembang, Shabda.id– Kondisi Jalan Cinta yang menghubungkan Desa Dasun dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, dikeluhkan warga.

Selain mengalami kerusakan parah, ruas jalan tersebut minim penerangan sehingga membahayakan pengendara, terutama saat malam hari.

Tak hanya rawan kecelakaan, suasana gelap di sepanjang jalan itu juga dikeluhkan karena kerap dimanfaatkan untuk aktivitas negatif. Mulai dari aksi balap liar hingga tempat nongkrong muda-mudi yang diduga digunakan untuk melakukan perbuatan asusila, terutama saat akhir pekan.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Rembang, Pujon Santoso, membenarkan kondisi infrastruktur di jalur tersebut memerlukan penanganan segera. Sebagian badan jalan dilaporkan mengalami kerusakan parah, bahkan terdapat bagian yang ambrol.

“Itu sebagian kan jalannya ambrol, maksudnya rusak parah. Nah, itu memang butuh penanganan segera,” ujar Pujon saat dikonfirmasi, beberapa waktu lalu.

Pujon menjelaskan, persoalan penerangan jalan sebenarnya telah menjadi perhatian legislatif sejak dirinya masih bertugas di Komisi III yang membidangi infrastruktur. Saat itu, pihaknya telah mengusulkan pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sepanjang ruas tersebut.

Namun, pemasangan lampu belum dapat menjangkau seluruh jalur. Dinas Perhubungan (Dishub) baru bisa mengalokasikan sekitar 10 titik penerangan karena terkendala keterbatasan jaringan dan tiang listrik PLN, terutama di bagian tengah jalan.

“Dari Dishub hanya bisa memberi lampu sekitar 10 titik. Dari wilayah timur disambungkan tiang listrik hanya di-ACC lima titik, terus dari barat juga lima titik. Jadi, yang bagian tengah-tengah itu masih gelap gulita,” jelasnya.

Menurut Pujon, minimnya penerangan membuat jalur tersebut rawan disalahgunakan oleh sejumlah kalangan, khususnya remaja yang memanfaatkan kondisi jalan yang sepi dan gelap.

“Karena di situ gelap, sering digunakan anak-anak remaja buat trek-trekan (balap liar). Selain itu, juga sering dijadikan ajang mesum bagi pasangan muda-mudi yang senangnya nongkrong di tempat gelap. Ini tentu memberi efek yang kurang baik bagi generasi kita,” tegasnya.

Untuk mengatasi kendala keterbatasan jaringan listrik PLN, Pujon mendorong Dishub mempertimbangkan penggunaan LPJU berbasis tenaga surya atau solar cell.

Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi alternatif penerangan di kawasan yang belum terjangkau jaringan listrik. Panel surya menyerap energi matahari pada siang hari untuk menyuplai daya lampu yang digunakan pada malam hari.

“Kami berharap pihak Dinas Perhubungan bisa mengusulkan penerangan jalan dengan sistem panel surya. Jadi, saat siang menyerap energi matahari, dan malam hari bisa menyala terang. Ini solusi tepat kalau memang tidak ada jaringan listrik PLN,” tambahnya.

Selain penerangan, Pujon meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera memperbaiki kerusakan fisik jalan. Penanganan juga perlu mencakup gorong-gorong dan saluran air yang rusak agar tidak memperparah kondisi badan jalan.

“Pemerintah daerah harus segera memberikan penanganan perbaikan apabila itu membahayakan pengendara. Kalau ada yang berlubang segera ditambal, kalau saluran airnya bermasalah atau jalannya ambrol segera diperbaiki agar tidak menimbulkan korban jiwa bagi pengguna jalan,” pungkasnya.

Perbaikan infrastruktur dan penambahan penerangan di Jalan Cinta diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mengurangi potensi penyalahgunaan kawasan tersebut pada malam hari.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait