SHABDA
Cari berita…
Pendidikan

Kapolsek Kudus Ingatkan Siswa SMAN 1 Kudus, Kenakalan Remaja Bisa Hancurkan Masa Depan

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Kapolsek Kudus Ingatkan Siswa SMAN 1 Kudus, Kenakalan Remaja Bisa Hancurkan Masa Depan
Kapolsek Kudus AKP Rusmanto menjadi Inspektur Upacara di SMA N 1 Kudus (Foto: Shabda.id)

Dengan sinergi antara sekolah, keluarga, dan kepolisian, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki akhlak yang baik

Kudus, Shabda.id- Kapolsek Kudus, AKP Rusmanto, mengingatkan para pelajar agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan dan menghancurkan cita-cita.

Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembina upacara bendera di SMA Negeri 1 Kudus, Senin 12 Oktober 2026 pagi.

Rusmanto menegaskan bahwa masa SMA merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, menentukan lingkungan pertemanan, serta menata arah masa depan menuju kedewasaan.

Namun, di tengah proses pencarian jati diri tersebut, para pelajar juga menghadapi berbagai ancaman kenakalan remaja. Mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, penggunaan vape, hingga pelanggaran lalu lintas.

"Tak hanya itu, ancaman juga muncul di ruang digital, seperti perundungan siber (cyberbullying), penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, perjudian daring (judi online), serta ketergantungan pada aktivitas yang berdampak negatif," ucapnya dihadapan ratusan siswa SMA N 1 Kudus.

Menurut Rusmanto, satu tindakan gegabah dapat membawa konsekuensi panjang, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga keluarga dan nama baik sekolah.

Ia pun mengajak para siswa memahami bahwa keberanian sejati bukanlah mengikuti ajakan teman tanpa pertimbangan, melainkan berani menolak hal-hal yang berpotensi merusak masa depan.

“Keberanian sejati adalah keberanian untuk menolak ajakan yang dapat merusak masa depan,” tegas AKP Rusmanto.

Untuk menghindari pengaruh negatif, Kapolsek Kudus menyampaikan tiga langkah penting yang bisa diterapkan para pelajar.

Pertama, pintar memilih pergaulan dengan membangun lingkungan pertemanan yang saling mendukung, mengingatkan, dan mengajak pada hal-hal positif.

"Kedua, menyalurkan energi ke kegiatan positif, seperti mengikuti organisasi sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, seni, maupun aktivitas akademik yang dapat mengembangkan potensi diri.," terang Kapolsek.

Kemudian yang ketiga, bijak dalam menggunakan teknologi. Media sosial hendaknya dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan, memperluas jaringan pertemanan yang sehat, serta mendukung pengembangan diri, bukan sebagai sarana melakukan perundungan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Selain peran siswa, Rusmanto juga menekankan pentingnya pendampingan yang humanis dari para guru. Bimbingan yang terbuka dan penuh kepedulian diharapkan membuat peserta didik merasa didengar, dipahami, dan diarahkan ketika menghadapi persoalan.

Dengan sinergi antara sekolah, keluarga, dan kepolisian, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki akhlak yang baik.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah antara Kapolsek Kudus, para guru, dan siswa. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama serta pengucapan salam polisi, “Polisi Bersama Masyarakat”.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait