Kudus, Shabda.id -- Dampak kemarau panjang yang kian meluas di Kabupaten Kudus mendorong jajaran Kodim 0722/Kudus bersama unsur Forkopimda, Polri, dan masyarakat sekitar untuk menggelar Salat Istisqa' di halaman Makodim 0722/Kudus pada Senin (31/8/2026) pagi.
Sejak pukul 08.30 WIB, ratusan jamaah sudah memadati lokasi untuk mengasihkan doa bersama demi mengakhiri masa kekeringan yang melanda kawasan tersebut.
Kondisi pasokan air yang kian menipis, sumur warga yang kering, hingga ancaman gagal panen menjadi keprihatinan utama.
Bertindak sebagai imam dan khatib, KH Syafi’i M.Pd mengingatkan pentingnya bersikap rendah hati dan memperbanyak istighfar saat menghadapi ujian alam.
Baca Juga:
Dalam khotbahnya, ia menyampaikan bahwa kemarau panjang saat ini telah berdampak pada ketersediaan air di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air, sementara sumur mulai mengering dan tanaman mengalami kekeringan.
"Kita berkumpul di sini untuk melaksanakan Salat Istisqa dan berdoa memohon hujan, hujan yang membawa manfaat serta keberkahan bagi kita semua. Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita," ujar KH Syafi’i di hadapan para jamaah.
Pada kesempatan yang sama, Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie menjelaskan, kegiatan Salat Istisqa ini merupakan wujud ikhtiar spiritual (batiniah) yang melengkapi langkah teknis (lahiriah) di lapangan.
Menurutnya, permohonan doa ini tak hanya bertujuan mengatasi kelangkaan air bersih, tetapi juga mencegah risiko bencana lain yang mengintai selama kemarau, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kami memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang berkah guna mengatasi kemarau panjang, krisis air bersih, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan," ujar Letkol Arh Yuusufa.