SHABDA
Cari berita…
Buruh

Lewat "Belanja Pinter Gizine Bener", Djarum Foundation Tanamkan Pola Hidup Sehat bagi 2.500 Karyawan

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Lewat "Belanja Pinter Gizine Bener", Djarum Foundation Tanamkan Pola Hidup Sehat bagi 2.500 Karyawan
Buruh rokok PT Djarum Garung Belanja Pinter Gizine Bener (Foto: Shabda.id)

Tak sekadar belanja, Djarum Foundation latih karyawan menyusun menu sehat dengan anggaran terbatas

Kudus, Shabda.id- Bakti Sosial Djarum Foundation bersama Savoria kembali menggelar program edukasi Belanja Pinter Gizine Bener. Pada 2026, kegiatan tersebut menyasar sekitar 2.500 karyawan di lima lokasi Sigaret Kretek Tangan (SKT), yakni SKT Blolo (23 Juli), SKT Besito (28 Juli), SKT Tanjungkarang 1 (30 Juli), SKT Tanjungkarang 2 (4 Agustus), dan ditutup di SKT Garung, Kamis 06 Agustus 2026.

Program ini mengajak para karyawan belajar menyusun menu bergizi seimbang dengan anggaran terbatas. Setiap peserta dibekali uang Rp25.000 untuk berbelanja bahan makanan di pasar sekitar, kemudian hasil belanja dinilai berdasarkan kelengkapan komponen gizi seimbang.

Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar memberikan edukasi, tetapi juga mengajak peserta mempraktikkan langsung pengetahuan yang diperoleh agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini adalah salah satu program bagaimana memberikan edukasi, tetapi bukan hanya edukasi. Kami ingin masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana membangun keluarga sehat, dimulai dari menyiapkan makanan yang baik untuk keluarga," ujarnya.

Menurut Achmad, manfaat program ini jauh lebih luas daripada sekadar mendukung pencegahan stunting. Fokus utamanya adalah membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.

"Konsep kami bukan berhenti pada edukasi, tetapi dari edukasi sampai eksekusi. Setelah peserta memahami kebutuhan gizi seperti karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, buah, dan susu, mereka langsung kami bekali uang belanja. Hasil belanja itu kemudian kami periksa apakah sudah sesuai dengan materi yang diberikan. Dengan begitu mereka tidak hanya tahu teorinya, tetapi juga mampu mempraktikkannya," jelasnya.

Ia menambahkan, nominal Rp25.000 memang sederhana, namun cukup untuk memenuhi konsep makanan bergizi seimbang atau 4 sehat 5 sempurna, termasuk susu yang menggunakan produk MilkLife.

"Kami ingin menunjukkan bahwa dengan anggaran terbatas pun keluarga tetap bisa menyajikan makanan sehat. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi kebersamaan saat menyiapkan makanan sehat untuk keluarga itulah yang paling berharga. Hal seperti ini memang perlu terus diulang agar menjadi kebiasaan," katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang berhasil menerapkan pola belanja sesuai prinsip gizi seimbang memperoleh hadiah berupa sembako seperti minyak goreng dan gula. Hadiah dibagikan melalui penilaian maupun undian agar semakin banyak peserta dapat merasakan manfaat program.

Achmad menyebutkan program ini telah memasuki tahun kedua dan terus dievaluasi agar semakin efektif tanpa mengganggu aktivitas produksi.

"Kami selalu melakukan evaluasi setiap tahun. Yang terpenting, program ini tidak memengaruhi kinerja produksi. Di setiap kegiatan, sekitar 500 pekerja bidang produksi terlibat secara bergantian," ujarnya.

Selain praktik berbelanja, peserta juga mengikuti berbagai permainan edukatif mengenai gizi seimbang. Setelah pulang, mereka diminta mengolah bahan makanan yang dibeli menjadi menu sehat bersama keluarga dan membagikan hasilnya melalui media sosial menggunakan tagar #BelanjaPinterGizineBener dan #GEMAS.

Salah seorang peserta asal Desa Setrokalangan, Siti Fatimah, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Dengan uang Rp25.000, ia berhasil membeli beras, ikan lele sebagai protein hewani, tahu dan tempe sebagai protein nabati, bayam, jeruk, kelengkeng, serta susu.

"Dari uang Rp25 ribu masih sisa sekitar Rp1.500 yang saya gunakan membeli bawang merah dan bawang putih. Belanja ini cukup untuk satu kali makan keluarga kami yang berjumlah empat orang," katanya.

Ia mengaku mendapat pengalaman baru karena selama ini belum pernah menghitung komposisi gizi saat berbelanja.

"Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Ternyata dengan uang Rp25 ribu bisa mendapatkan makanan yang lengkap gizinya. Kalau setiap hari bisa seperti ini tentu saya akan senang, karena keluarga tetap bisa makan sehat dengan biaya yang terjangkau," ujarnya.

Melalui program Belanja Pinter Gizine Bener, Bakti Sosial Djarum Foundation berharap semakin banyak keluarga yang menerapkan pola konsumsi sehat dengan memulai dari kebiasaan berbelanja secara cerdas, tepat, dan bergizi.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait