Kudus, Shabda.id -- Tingginya antusiasme masyarakat untuk mencari pasangan hidup yang selaras dengan tuntunan agama tecermin dalam peluncuran program GEGASH (Golek Garwo Sah).
Program pencarian jodoh berbasis syariat yang digagas oleh Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Kudus ini sukses menarik perhatian puluhan pendaftar dari berbagai daerah.
Secara resmi, GEGASH diperkenalkan kepada publik di Aula Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus pada Minggu (14/6/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus PCNU Kudus, pengurus LKKNU Jawa Tengah, serta para peserta yang telah mendaftar.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus, Asyrofi Masyitho menuturkan, GEGASH merupakan wujud nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang tengah berikhtiar membangun rumah tangga.
"Melalui program ini, kami ingin membantu masyarakat yang sedang berikhtiar mencari pasangan hidup. Harapannya akan lahir keluarga-keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta mampu melahirkan generasi yang saleh dan salehah," ujar Asyrofi.
Ketua LKKNU Kabupaten Kudus, Sutejo menjelaskan, GEGASH adalah bentuk penyempurnaan dari program biro jodoh yang pernah ada sebelumnya. Kini, konsepnya dirancang jauh lebih sistematis dengan pendampingan yang menyeluruh.
Program ini terbuka bagi siapa saja yang belum menemukan pasangan, baik yang belum pernah menikah maupun yang berstatus duda atau janda.
Lahirnya program ini juga menjadi respons atas maraknya praktik penipuan atau penyalahgunaan identitas berkedok pencarian jodoh di media sosial.
Baca Juga:
"Kami melihat banyak kasus yang merugikan masyarakat, khususnya perempuan. Oleh karena itu, kami menghadirkan ruang perkenalan dan fasilitas pencarian jodoh yang terpercaya, aman, terbuka, dan tentunya sesuai dengan syariat Islam," tegas Sutejo.
Dalam praktiknya, GEGASH menerapkan proses verifikasi yang cukup ketat. Peserta akan melewati tahapan pendaftaran, verifikasi identitas, hingga pendampingan.
Pertemuan antar-kandidat pun akan difasilitasi langsung oleh panitia dengan melibatkan pihak keluarga agar transparan.
Sejak dibuka, jumlah pendaftar tercatat mendekati angka 90 orang. Pada saat peluncuran, sebanyak 28 perempuan dan 32 laki-laki hadir secara langsung, sementara sisanya berhalangan hadir karena kendala jarak geografis.
Direktur Pelaksana Program GEGASH, Solikhul Huda, memaparkan rentang usia peserta yang sangat variatif, membuktikan bahwa kebutuhan akan teman hidup tidak hanya didominasi usia muda.
"Peserta termuda berusia sekitar 22 hingga 23 tahun. Sedangkan peserta tertua dari kalangan laki-laki berusia di atas 70 tahun. Bagi peserta lanjut usia, tujuan mereka bukan semata mencari pasangan, tetapi juga teman hidup untuk menjalani masa tua," ungkap Solikhul.
Guna memaksimalkan kecocokan, panitia telah menyiagakan tim psikolog keluarga dan pendamping. Tim ini bertugas melakukan asesmen dari berbagai aspek, mulai dari rentang usia, latar belakang, hingga kecocokan karakter peserta.
"Kami hanya berusaha memfasilitasi dan mengikhtiarkan proses yang terbaik. Soal jodoh dan kecocokan hati tentu menjadi kuasa Allah SWT," pungkasnya.
Kehadiran program ini disambut positif oleh para peserta. Salah satu pendaftar pria berusia 78 tahun asal Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, mengaku bersyukur dengan adanya fasilitasi ini.
"Menurut saya program seperti ini sangat baik. Saya berharap bisa mendapatkan pendamping hidup yang salehah, memiliki pemahaman agama yang baik, serta berakhlak mulia," harapnya.