SHABDA
Cari berita…
Pendidikan

Mahasiswa KKN UIN Sosialisasi Perbedaan Sampah Organik dan Non - Organik ke Siswa MI Bid'ul Ulum

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Mahasiswa KKN UIN Sosialisasi Perbedaan Sampah Organik dan Non - Organik ke Siswa MI Bid'ul Ulum
Mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus bersama siswa MI Bid’ul Ulum (Foto: Shabda.id)

Memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya memilah sampah sejak dini

Pati, Shabda.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kudus Kelompok 155 mengadakan sosialisasi pemilahan sampah organik dan Non - Organik kepada siswa MI Bid’ul Ulum, Kamis, 20 Agustus 2026

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya memilah sampah sejak dini. Mahasiswa KKN 155 menyampaikan materi tentang perbedaan sampah organik dan anorganik beserta contoh-contohnya.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan bahwa sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai, seperti sisa makanan, daun, dan kulit buah.

"Saat pembahasan tentang sampah organik, Kordes KKN Kelompok 155 yang bernama Aufa menerangkan kalau sampah organik itu bisa dibuat pupuk organik" Ujar Aufa saat memberikan materi sosialisasi.

Sementara itu, sampah Non - Organik berupa bahan yang sulit terurai, seperti plastik, botol, dan kaleng.

"Kemudian saat pembahasan sampah Non Organik, Luthfan KKN kelompok 155 mengatakan bahwasannya galon bekas le minerale bisa dikreasikan menjadi pot tanaman dan bisa dibuat tempat sampah/ dikreasikan selain itu" ujar Luthfan.

Tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, para siswa juga diajak untuk belajar secara langsung di lingkungan sekolah. Mahasiswa KKN 155 mengajak siswa keluar kelas untuk mencari dan mengelompokkan sampah berdasarkan jenisnya.

Siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka bersama-sama mencari sampah di sekitar sekolah dan menentukan apakah sampah yang ditemukan termasuk organik atau anorganik.

Kegiatan dilakukan dengan cara yang sederhana dan interaktif agar siswa lebih mudah memahami materi. Mahasiswa juga memberikan arahan ketika siswa masih mengalami kesulitan dalam membedakan kedua jenis sampah tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 155 berharap kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Edukasi sejak dini dinilai penting untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kebersihan dan lingkungan sekitar.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan suasana menyenangkan. Antusiasme siswa menunjukkan bahwa pembelajaran mengenai lingkungan dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana yang melibatkan mereka secara langsung.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait