Kudus, Shabda.id -- Seekor sapi jenis Simmental berbobot jumbo asal Kabupaten Kudus berhasil terpilih sebagai bantuan kemasyarakatan (banmas) hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto untuk Hari Raya Iduladha 2026.
Sapi bernama "Mbah Bejo" tersebut merupakan milik peternak lokal dari Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Arin Nikmah mengungkapkan, Mbah Bejo berhasil lolos setelah melalui proses seleksi yang ketat.
Awalnya, pihak Dispertan Kudus mengajukan tiga kandidat sapi ke Sekretariat Presiden, dua dari Kecamatan Jekulo dan satu dari Kecamatan Jati.
"Sapi dari Pak Agus Baitul Mustaqim ini yang lolos dan sesuai dengan spesifikasi yang dikehendaki," ujar Arin pada Selasa (26/5/2026).
Pada pemeriksaan awal, sapi milik Agus Baitul Mustaqim (34) ini memiliki bobot 989 kilogram. Namun, berdasarkan pengecekan akhir oleh tim Bidang Peternakan, bobot Mbah Bejo kini diperkirakan telah menembus angka lebih dari 1 ton.
Selain ukurannya yang fantastis, tim medis juga memastikan sapi tersebut dalam kondisi prima dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta penyakit cacingan.
Baca Juga:
"Alhamdulillah kondisinya sehat dan semua uji kesehatan sudah selesai dilakukan," tegas Arin.
Sang pemilik, Agus Baitul Mustaqim, menceritakan bahwa ia membeli Mbah Bejo setahun lalu saat sapi tersebut masih berusia 2,5 tahun dengan bobot sekitar 500 kilogram seharga Rp30 juta.
Selama setahun terakhir, Mbah Bejo mendapatkan perawatan dan menu makanan yang sangat intensif. Setiap hari, Agus memberikan pakan khusus berupa comboran air hangat dua kali sehari (campuran bekatul, ampas tahu, petet, dan singkong cacah).
Kemudian singkong cacah sebagai menu utama harian, serta rumput segar sebagai pakan pendamping dalam porsi yang lebih sedikit.
Kerja keras Agus yang sudah menggeluti dunia peternakan sejak usia 14 tahun ini akhirnya berbuah manis. Melalui kesepakatan harga via Zoom meeting langsung dengan pihak Sekretariat Presiden, Mbah Bejo dibeli dengan harga hampir tiga kali lipat dari harga beli awalnya.
Agus berharap, pencapaian ini tidak hanya menjadi berkah bagi dirinya, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda di daerahnya.
"Alhamdulillah tambah semangat. Bisa memotivasi anak-anak muda biar semangat beternak," pungkas Agus optimistis.