Kudus, Shabda.id -- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus mulai memanaskan mesin politiknya meski Pemilihan Umum (Pemilu) masih beberapa tahun ke depan.
Berbekal raihan 85.819 suara dan 7 kursi DPRD pada Pemilu 2024 lalu, partai berlogo bola dunia ini mematok target optimistis untuk mengamankan 10 kursi legislatif pada helatan Pemilu 2029 mendatang.
Target itu diwujudkan melalui konsolidasi intensif dan penguatan basis massa di tingkat bawah.
Sinyal optimisme tersebut ditegaskan oleh Ketua DPC PKB Kudus, Ida Nur Sa'adah. Ia menyampaikan, penambahan tiga kursi DPRD menjadi fokus utama partai lewat perbaikan kinerja organisasi yang terstruktur.
Mulai dari pendidikan politik, rekrutmen bakal calon legislatif potensial, hingga penguatan kaderisasi yang menjangkau tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).
Tahun 2026 ini diakui Ida sebagai momentum restrukturisasi besar-besaran yang dilaksanakan secara berjenjang.
Penataan yang dimulai dari tingkat pusat hingga kecamatan menjadikan Kudus sebagai daerah tercepat kedua di Jawa Tengah dalam merampungkan kelengkapan kepengurusan anak cabang, berada tepat di bawah Kota Semarang.
Baca Juga:
"PKB Kudus merencanakan penguatan peran fraksi di DPRD, hubungan dengan Nahdlatul Ulama dan para kiai, serta perluasan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat," kata Ida menjelaskan arah langkah kepengurusan periode 2026–2031 yang mengusung semangat Kudus Ijo Royo-Royo tersebut.
Ia menambahkan, pergerakan partai juga diarahkan pada pendampingan langsung di tengah warga, termasuk advokasi isu-isu hukum, lingkungan, penanganan bencana, hingga pembentukan media center dan penataan basis data anggota.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah, menekankan pentingnya perubahan orientasi perjuangan para kader.
Menurutnya, keberhasilan partai politik tidak lagi boleh diukur hanya sebatas angka-angka perolehan suara di TPS, melainkan dari seberapa besar manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam menjawab persoalan kemiskinan, lapangan kerja, dan ekonomi daerah.
Sarif mengingatkan bahwa konsolidasi internal harus bermuara pada aksi nyata dan kerja sosial di lapangan. Ia juga menyoroti pentingnya merangkul Generasi Z dan pemilih muda agar regenerasi kepemimpinan partai dapat berjalan secara berkesinambungan.
"Keberhasilan partai tidak cukup diukur melalui kemenangan elektoral, tetapi juga dari dampak positif yang dihasilkan bagi kehidupan warga. Kemarin berbicara soal kursi, sekarang berbicara soal hati," ujar Sarif menegaskan.
Dengan tuntasnya restrukturisasi pengurus di tingkat bawah yang kini dipimpin duet Ida Nur Sa’adah bersama Sekretaris Safuan dan Bendahara Bisri, PKB Kudus optimistis mampu membangun kepercayaan publik sekaligus mengamankan target 10 kursi pada Pemilu 2029 mendatang.