Pati, Shabda.id- Proyek revitalisasi trotoar Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang menelan anggaran sekitar Rp14,3 miliar akhirnya dicek langsung Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Tim dari Balai Penataan Bangunan dan Permukiman Kawasan Jawa Tengah mendapati paving yang sudah retak, permukaan trotoar yang belum rata, hingga lubang berdiameter sekitar 40 sentimeter yang masih menganga.
Padahal, proyek revitalisasi trotoar tersebut masih dalam tahap pengerjaan.
Peninjauan dilakukan pada Kamis 08 Oktober 2026, setelah pekerjaan tersebut sebelumnya mendapat keluhan dari masyarakat serta sorotan anggota DPRD Pati.
Sebelum turun ke lapangan, tim Kementerian PU terlebih dahulu menggelar rapat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta kontraktor pelaksana.
Setelah itu, rombongan langsung menyusuri sejumlah titik pekerjaan trotoar sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer. Di lokasi, tim menemukan beberapa bagian yang perlu diperbaiki.
Salah satunya paving yang mengalami keretakan meski baru dipasang. Selain itu, terdapat bagian paving yang belum rata sehingga berpotensi membuat pengguna trotoar tersandung.
Tak hanya itu, sejumlah lubang dengan diameter sekitar 40 sentimeter juga ditemukan dalam kondisi belum tertutup dan belum dilengkapi tanda peringatan.
PPK Balai Penataan Bangunan dan Permukiman Kawasan Jawa Tengah, Dika Dwi Angga, meminta kontraktor segera melakukan pembenahan.
"Kita dari Kementerian PU berkomitmen untuk kualitas pekerjaan sesuai dengan spek yang sudah direncanakan dan sudah dilelangkan dalam kontrak. Kita akan memperbaiki dan meningkatkan kualitas pekerjaan," ujar Dika.
Baca Juga:
Menurut Dika, paving yang mengalami keretakan akan diganti. Ia juga memastikan seluruh material yang digunakan dalam proyek revitalisasi tersebut merupakan material baru.
Dika mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap temuan tersebut karena pekerjaan secara keseluruhan masih berjalan.
Saat ini, progres proyek baru mencapai sekitar 40 persen. Sementara masa pelaksanaan pekerjaan masih berlangsung hingga 31 Desember 2026.
"Progresnya kita 40 persenan. Dengan masa pelaksanaan kita sampai tanggal 31 Desember. Jadi memang ada beberapa segmen yang belum selesai gitu sampai pelaksanaan finishing dari paving itu sendiri," jelasnya.
Kementerian PU pun membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan apabila menemukan bagian pekerjaan yang dianggap belum sesuai.
"Jadi kami mohon juga perhatian dari rekan-rekan masyarakat Pati jika ada apa ketidaksempurnaan dalam pelaksanaan proyek ini kita terbuka," katanya.
Kontraktor Janji Benahi
Pihak kontraktor pelaksana PT Sempalan juga memastikan temuan di lapangan akan ditindaklanjuti. Perwakilan Manajemen PT Sempalan, Dimas Aryawan, mengatakan pihaknya tidak hanya berkewajiban menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga melakukan pemeliharaan setelah proyek rampung.
"Masa perawatannya satu tahun setelah tuntas pekerjaan," kata Dimas.
Dengan masih berlangsungnya proses pengerjaan, sejumlah temuan seperti paving retak, permukaan yang belum rata, hingga lubang terbuka tersebut diminta segera dibenahi.
Masyarakat kini tinggal menunggu bagaimana hasil akhir proyek trotoar senilai Rp14,3 miliar itu setelah seluruh pekerjaan rampung pada akhir tahun nanti.