Pati, Shabda.id- Puncak musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di Kabupaten Pati. Sebanyak 12 desa yang tersebar di enam kecamatan telah mendapat distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati.
Kondisi tersebut diperkirakan masih akan memburuk dalam beberapa bulan ke depan. BPBD Pati bahkan menyiapkan distribusi hingga 10-12 tangki air bersih setiap hari untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, mengatakan berdasarkan hasil koordinasi teknis, puncak musim kemarau di wilayah Pati diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga Oktober. Kondisi tersebut bahkan berpotensi berlangsung lebih panjang hingga Desember.
“Wilayah Pantura bagian timur seperti Kudus, Pati, Jepara, dan Rembang biasanya menjadi daerah paling akhir yang mengguyur hujan dibanding wilayah lainnya,” ujar Martinus.
Menurutnya, Pemkab Pati telah mengambil sejumlah langkah untuk menghadapi dampak kekeringan. Salah satunya dengan membentuk posko penanganan kekeringan dan kebakaran hutan yang dipusatkan di Kantor BPBD Pati.
Penyaluran air bersih ke wilayah terdampak juga telah dilakukan sejak awal Agustus. Hingga saat ini, BPBD Pati telah mendistribusikan 24 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Baca Juga:
Bantuan tersebut disalurkan ke 12 desa yang berada di enam kecamatan, yakni Gabus, Jakenan, Jaken, Pucakwangi, Sukolilo, dan Tambakromo.
Jika dihitung berdasarkan kapasitas armada, 24 tangki yang telah didistribusikan tersebut setara dengan sekitar 120 ribu liter air bersih.
BPBD Pati memprediksi kebutuhan air masyarakat akan meningkat seiring memasuki September dan Oktober. Karena itu, intensitas dropping air bersih akan ditingkatkan hingga 10-12 tangki setiap hari sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Kebutuhan air masyarakat maupun area persawahan akan semakin meningkat. Kami siap mengoperasikan armada secara konsisten setiap harinya,” jelas Martinus.
Untuk mendukung penanganan tersebut, Pemkab Pati juga mengajukan Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggaran tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran distribusi air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.
BPBD Pati mengimbau masyarakat di wilayah rawan kekeringan agar menggunakan air secara bijak. Pemerintah juga terus memantau perkembangan kondisi di sejumlah desa untuk menentukan wilayah yang menjadi prioritas penyaluran bantuan air bersih.