Kudus, Shabda.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sedang menyiapkan kejutan besar untuk memperingati Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus pada September 2026 mendatang.
Salah satu agenda utamanya adalah pertunjukan kolosal Tari Lajur Caping Kalo yang ditargetkan mampu memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 477 penari akan diterjunkan langsung untuk menyemarakkan aksi teatrikal massal ini. Jumlah penari tersebut sengaja disesuaikan dengan angka usia ikonis Kabupaten Kudus pada tahun ini.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Abdul Halil mengungkapkan, saat ini pihak dinas sedang mematangkan berbagai persiapan teknis agar proses penilaian rekor berjalan mulus.
"Ini kita masih rapat-rapat (untuk MURI), lalu koordinasi dengan MURI-nya juga," ujar Abdul Halil pada Jumat (3/7/2026).
Dalam menyukseskan pemecahan rekor ini, Disbudpar Kudus juga merangkul PT Nojorono Tobacco International sebagai salah satu mitra pendukung kegiatan.
Baca Juga:
Halil menjelaskan, jumlah 477 peserta yang akan tampil nanti dipastikan sudah melampaui syarat minimal yang ditetapkan oleh tim MURI untuk kategori tari Lajur Caping Kalo terbanyak.
"Syarat minimal dari MURI sebenarnya 250 peserta. Namun, penari kita sesuaikan dengan jumlah Hari Jadi kita yang ke-477, jadi ada sekitar 477 penari nanti," terangnya.
Meskipun dipastikan bakal digelar, tanggal pasti pelaksanaan pemecahan rekor ini masih bersifat dinamis. Disbudpar bersama pemerintah daerah masih menyusun lini masa rangkaian lengkap Hari Jadi agar tidak bentrok dengan agenda krusial lainnya.
"Tanggalnya belum (ditentukan), saya juga belum bilang ke Sekda Kudus untuk rangkaian kegiatan Hari Jadi. Tapi kami pastikan MURI tetap ada, kita akan bikin yang meriah untuk Hari Jadi," ungkap Halil optimis.
Selain aksi pecah rekor MURI, perayaan Hari Jadi Kudus yang jatuh setiap tanggal 23 September ini dipastikan akan memanjakan masyarakat dengan berbagai hiburan rakyat bernilai edukatif dan kultural.
Beberapa agenda besar yang siap memeriahkan atmosfer Kota Kretek di antaranya ada konser musik gratis dengan menghadirkan musisi nasional Charly Van Houten serta grup musik ambyar populer, Guyon Waton.
Kemudian, ada pula Sarasehan Sejarah, forum diskusi khusus yang akan mengupas tuntas sejarah serta misteri di balik penetapan hari kelahiran Kota Kudus, yang selama ini kerap diperingati melalui dua versi, yakni Ta'sis Menara Kudus dan Hari Jadi Kabupaten Kudus.