SHABDA
Cari berita…
Pendidikan

Sekda Kudus Minta Perencanaan Proyek SDN 1 Margorejo Mengacu Indeks Harga Daerah

TIA
TIA
Sekda Kudus Minta Perencanaan Proyek SDN 1 Margorejo Mengacu Indeks Harga Daerah
Proyek pembangunan di SDN 1 Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (Foto: Shabda.id.)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Eko Djumartono, merekomendasikan agar perencanaan proyek revitalisasi di SDN 1 Margorejo, Kecamatan Dawe, segera dihitung ulang mengacu pada indeks harga daerah.

Kudus, Shabda.id -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Eko Djumartono, merekomendasikan agar perencanaan proyek revitalisasi di SDN 1 Margorejo, Kecamatan Dawe, segera dihitung ulang mengacu pada indeks harga daerah.

Langkah ini merespons sorotan terkait anggaran pembangunan toilet sekolah yang menyedot dana hingga Rp119 juta.

Eko menilai, penggunaan acuan indeks harga nasional dari kementerian berpotensi memicu lonjakan biaya yang tidak selaras dengan kondisi pasaran di tingkat lokal.

Karena itu, ia mendorong adanya penyesuaian perhitungan anggaran agar pemanfaatan dana bantuan tepat sasaran dan realistis.

"Jangan sampai itu justru jadi temuan," tegas Eko saat ditemui pada Selasa, 8 September 2026.

Meskipun memahami bahwa besaran angka tersebut merupakan standar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Eko menekankan pentingnya fleksibilitas penerapannya di daerah.

Menurutnya, pembangunan fasilitas fisik di Kabupaten Kudus sewajarnya tetap memperhitungkan standar biaya lokal agar tidak menimbulkan persepsi pemborosan anggaran.

"Kami minta untuk direvisi, kami juga minta agar dinas ikut mengawasi dan mendampingi, meskipun semua prosedur program revitalisasi sekolah itu dilakukan oleh masing-masing sekolah," ujar Eko.

Melalui penyesuaian indeks harga daerah tersebut, Sekda berharap alokasi anggaran proyek dapat ditekan agar lebih efisien.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus memberikan pendampingan teknis secara intensif guna memitigasi risiko kesalahan administratif selama proses revitalisasi berlangsung.

Sebagai informasi, SDN 1 Margorejo menerima alokasi bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen sebesar Rp691,6 juta.

Selain untuk membangun toilet berisi enam bilik kamar mandi dan dua fasilitas wudhu, anggaran tersebut difungsikan untuk perbaikan dua ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, serta ruang UKS.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Disdikpora Kudus, Agus Subandi menjelaskan, standar harga dalam perencanaan proyek tersebut mengacu pada indeks yang ditetapkan kementerian.

Sekolah bersama panitia dan perencana kemudian memasukkan tingkat kerusakan serta volume pekerjaan berdasarkan kondisi bangunan di lapangan.

Agus menyebut, biaya pembangunan berdasarkan perhitungan daerah umumnya berada di kisaran Rp2-3 juta per meter.

Sedangkan dalam proyek revitalisasi tersebut nilainya dapat mencapai Rp3,5-4 juta per meter, tergantung pada volume pekerjaan dan tingkat kerusakan bangunan.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait