Kudus, Shabda.id -- Pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi terkait insiden yang melibatkan dua siswa di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Kudus.
Peristiwa yang sempat ramai diberitakan sebagai kasus dugaan perundungan (bullying) tersebut ditegaskan merupakan murni perselisihan antarmurid akibat konflik lama yang belum tuntas.
Menurut penjelasan pihak sekolah, perselisihan antara siswa kelas VIII dan kelas IX ini berawal dari perselisihan di luar jam sekolah.
Kala itu, kedua siswa terlibat adu mulut setelah salah satu dari mereka diduga tersenggol saat perjalanan pulang.
Ketegangan tersebut rupanya terus berlanjut hingga puncaknya terjadi di lingkungan sekolah pada Selasa (11/8/2026).
Pada hari itu, salah seorang siswa meminta rekannya untuk memanggil siswa lainnya dari dalam kelas. Korban kemudian dibawa menuju area toilet lantai dua sisi timur sekolah.
Baca Juga:
Di lokasi tersebut, pertengkaran kembali pecah hingga berujung pada kontak fisik. Insiden itu menyebabkan salah satu siswa mengalami cedera pada bagian hidung dan harus mendapatkan perawatan medis serta tindakan operasi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
Merespons kejadian tersebut, pihak sekolah bergerak cepat dengan memfasilitasi mediasi kekeluargaan pada Sabtu (15/8/2026).
Pertemuan yang dihadiri oleh orang tua kedua belah pihak, wali kelas, serta pihak terkait ini membuahkan kesepakatan damai secara tertulis.
Selain sepakat untuk saling memaafkan dan tidak memperpanjang masalah, kedua keluarga juga mengatur skema bantuan tali asih untuk menopang proses pengobatan rawat jalan korban.
"Melalui mediasi, kedua belah pihak sepakat saling memaafkan, dan berkomitmen menjaga ketertiban serta nama baik sekolah serta menaati seluruh aturan yang berlaku di lingkungan pendidikan," ujar perwakilan pihak sekolah dalam keterangan resminya.
Pihak sekolah menambahkan bahwa dokumen kesepakatan tersebut ditandatangani tanpa ada tekanan dari pihak mana pun. Sekolah pun berharap insiden ini dapat menjadi ikhtiar evaluasi bersama agar seluruh siswa mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan masalah.
"Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh siswa. Setiap persoalan di lingkungan pendidikan hendaknya diselesaikan melalui dialog dan cara-cara yang baik tanpa tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik maupun cedera," tegas pihak sekolah.