SHABDA
Cari berita…
Olahraga

Soft Opening The Junction Kudus, Hapus Stigma Negatif Olahraga Billiard dengan Prestasi

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Editor: TIA
Soft Opening The Junction Kudus, Hapus Stigma Negatif Olahraga Billiard dengan Prestasi
Owner dan Direktur The Junction mencoba bermain Billiar di ruang VIP (Foto: Shabda.id)

Kehadiran The Junctipn Billiard, bukan sekadar untuk hiburan (fun game), melainkan mengemban misi besar untuk mengubah citra olahraga biliar di mata masyarakat

Kudus, Shabda.id - Kabar gembira bagi para pecinta olahraga bola sodok atau billiar di Kabupaten Kudus.

The Junction secara resmi memulai soft opening tempat biliar baru yang representatif dan nyaman bagi komunitas maupun masyarakat umum.

Owner The Junction, Leon Rudi Wisanto, mengungkapkan bahwa kehadiran tempat ini bukan sekadar untuk hiburan (fun game), melainkan mengemban misi besar untuk mengubah citra olahraga biliar di mata masyarakat.

​"Harapan kami tentu ingin mengubah image negatif biliar yang selama ini sering dikaitkan dengan judi. Makanya, kami membangun tempat ini dengan konsep yang sangat proper (layak dan profesional). Kami ingin masyarakat lebih terbuka bahwa biliar adalah olahraga prestasi," ujar Leon saat ditemui di lokasi, Kamis 18 Juni 2026 malam.

​Untuk memanjakan para pemain, The Junction menyediakan dua tipe ruangan dengan fasilitas meja berstandar tinggi.

Ruangan pertama adalah Ruangan Reguler yang dilengkapi dengan 12 meja merek Rason. Sementara bagi yang menginginkan privasi dan kenyamanan ekstra, tersedia Ruang VIP yang mengusung 8 meja premium merek Brunswick.

​Selama masa soft opening hingga akhir Juni 2026, The Junction memberikan promo tarif yang sangat terjangkau.

"Untuk promo pertama, meja reguler atau Rasson kami tarifkan Rp30 ribu per jam. Sedangkan meja VIP Brunswick hanya Rp50 ribu per jam. Promo ini berlaku sampai akhir Juni," ujarnya.

​Saat ini, The Junction beroperasi mulai pukul 15.00 WIB hingga 23.00 WIB, dengan fasilitas penunjang seperti toilet bersih sudah siap digunakan.

Sedangkan untuk menu makanan dan minuman (food and beverage), Leon menyebutkan akan segera menyusul dalam waktu dekat sembari merampungkan kesiapan dapur (kitchen).

​Leon melihat antusiasme masyarakat Kudus terhadap olahraga biliar sebenarnya tergolong sangat tinggi dengan komunitas yang cukup menjamur. Potensi besar inilah yang ingin dirangkul oleh The Junction agar menjadi wadah berkumpul yang positif.

​Ke depan, The Junction berkomitmen tidak hanya menjadi tempat bermain kasual, tetapi juga pusat pembinaan. Pihaknya berencana menggandeng pihak terkait untuk menjadikan tempat ini sebagai lokasi latihan atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

​"Pasti kami akan arahkan ke sana. Harapannya bisa menggandeng Porprov untuk latihan di sini, bermain di sini, hingga mampu membentuk dan melahirkan atlet-atlet baru yang berpotensi membanggakan Indonesia di kancah nasional maupun internasional," tegasnya.

​Tak hanya itu, agenda turnamen berkala mulai dari kelas latihan lokal hingga kompetisi yang lebih serius sudah masuk dalam radar perencanaan The Junction untuk menggairahkan iklim kompetisi biliar di Kota Kretek.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait