Pati, Shabda.id- Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri melakukan penelitian mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berbasis big data dalam mendukung penanggulangan bencana alam oleh Polri.
Penelitian tersebut dilaksanakan di Aula Sanika Satyawada Polresta Pati, Rabu 22 Juli 2026.
Kegiatan dipimpin Ketua Tim Penelitian Kombes Pol Firdaus Wulanto, S.I.K., bersama tim peneliti yang terdiri dari Prof. Dr. Ilham Prisgunanto, S.S., M.Si., Dr. Jarot Prianggono, M.Kom., dan Ipda Luthfi Abdul Aziz, S.Kom. Penelitian diikuti perwakilan Polresta Pati, Polres Demak, Kudus, Rembang, dan Blora.
Selain jajaran kepolisian, kegiatan turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Kabupaten Pati, relawan SAR, perangkat desa, hingga masyarakat yang pernah terdampak bencana. Pelibatan berbagai pihak tersebut bertujuan memperoleh masukan dari berbagai sudut pandang terkait penanganan bencana di lapangan.
Baca Juga:
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan kepolisian, khususnya dalam menghadapi situasi kebencanaan.
"Kami menyambut baik penelitian dari STIK Lemdiklat Polri ini. Kajian akademik seperti ini menjadi bekal penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi berbasis big data untuk mendukung penanganan bencana," ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Pati merupakan wilayah yang memiliki potensi berbagai jenis bencana, seperti banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem. Karena itu, diperlukan sistem informasi yang mampu mendukung deteksi dini dan pengambilan keputusan secara cepat.
Menurutnya, pemanfaatan big data dapat membantu memetakan potensi risiko bencana, mempercepat koordinasi antarinstansi, serta meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan.
Kombes Jaka berharap hasil penelitian STIK Lemdiklat Polri dapat menjadi rekomendasi bagi pengembangan sistem penanggulangan bencana yang lebih modern dan terintegrasi, sehingga mampu meningkatkan kapasitas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat saat terjadi bencana.