Pati, Shabda.id- Mengeringnya aliran Sungai Silugonggo di Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, berdampak serius terhadap sektor pariwisata lokal.
Operasional wisata susur perahu Silugonggo Bestari terpaksa lumpuh total akibat surutnya debit air sungai selama sebulan terakhir.
Surutnya aliran air sungai membuat dua unit perahu yang menjadi wahana andalan pengelola menganggur dan tidak dapat difungsikan secara optimal.
Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sugiharjo, Sutrisno, mengungkapkan bahwa mandeknya operasional wisata perahu ini berdampak langsung pada merosotnya tingkat kunjungan wisatawan secara drastis. Penurunan kunjungan tercatat mencapai 60 hingga 70 persen, di mana rata-rata pengunjung kini berada di bawah 50 orang per hari.
"Wisata kami mengandalkan perahu, tapi karena sungai kering, sudah satu bulan kami tidak operasional," tutur Sutrisno.
Baca Juga:
Sepinya wisatawan yang berkunjung tak ayal memukul perekonomian warga lokal. Sutrisno menjelaskan, para pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Silugonggo Bestari mengalami penurunan omzet yang signifikan karena daya tarik utama wahana tersebut terhenti.
Menurut Sutrisno, kondisi mengeringnya sungai ini dipicu oleh musim kemarau serta diperparah oleh bocornya bendung karet di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, beberapa waktu lalu.
Menurut perhitungannya, air di sepanjang aliran Sungai Silugonggo seharusnya masih bisa tertahan apabila bendung karet tersebut tidak mengalami kerusakan atau jebol.
Saat ini, kondisi air di Sungai Silugonggo terpantau sangat minim. Di sejumlah titik, dasar sungai bahkan sudah tampak mengering berupa hamparan tanah, sementara di bagian lainnya kedalaman air tidak mencapai 50 sentimeter.
Melihat kondisi tersebut, Sutrisno berharap pemanfaatan dan ketahanan fisik bendung karet ke depan dapat lebih dimaksimalkan, terlebih proyek pembangunan infrastruktur tersebut dibangun menggunakan anggaran yang besar.
"Harapannya kami bendungan karet bermanfaat maksimal tidak sedikit-sedikit kena pancing saja jebol, kayak gitu seperti kita pembangunan dengan APBN yang begitu luar biasanya tetapi hasilnya tidak begitu berdampak di tengah-tengah masyarakat," tandasnya.