Pati, Shabda.id- Tanah di tepi Sungai Silugonggo, tepatnya di Dukuh Sampang, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, mengalami retak dan amblas sepanjang sekitar 100 meter. Kedalaman tanah yang amblas mencapai 50 sentimeter.
Kondisi tersebut terjadi setelah debit Sungai Silugonggo menyusut drastis hingga mengering. Warga khawatir keretakan dan amblasnya tanah semakin meluas hingga mengancam permukiman di sekitar bantaran sungai.
Salah seorang warga, Sukardi, mengatakan keretakan mulai terlihat sejak Rabu 19 Agustus 2026 kemarin, setelah air sungai mengalami penyusutan secara drastis. Seiring kondisi tanah yang kehilangan kestabilan, retakan semakin melebar hingga sekitar 30 sentimeter.
“Dampaknya pertanian tersendat. Pertanian yang di sawah 20 hari bercocok tanam enggak ada air, itu dampak yang paling berat,” ujar Sukardi pada Senin 24 Agustus 2026.
Selain berdampak terhadap lahan pertanian, tanah yang amblas juga merusak sejumlah fasilitas di sekitar sungai. Di antaranya punden bersejarah Mbah Sati, rumah pompa irigasi pertanian, serta pagar pembatas sungai setinggi sekitar dua meter yang kini terlihat miring dan berpotensi roboh.
Baca Juga:
Warga lainnya, Warno, mengaku khawatir kondisi tersebut semakin parah dan menjalar ke permukiman. Terlebih, terdapat sekitar 150 rumah yang berada di kawasan tersebut.
“Khawatir, karena ada 150 rumah di sini. Karena takutnya meluas sampai ke rumah-rumah,” kata Warno.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan untuk mencegah kerusakan semakin meluas. Mereka juga mengaku memiliki keterbatasan biaya apabila harus melakukan perbaikan secara mandiri.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Pati, Suntoro, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait kondisi tersebut.
“Terkait dengan tanah amblas di pinggir sungai tengah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena BBWS yang berkewenangan soal sungai,” ujar Suntoro.
BPBD masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan terhadap tanah amblas di bantaran Sungai Silugonggo tersebut.