SHABDA
Cari berita…
Peristiwa

Tanah Pinggir Sungai Juana Ambles hingga 1 Meter, Tujuh Ruko di Pati Rusak Berat

Nahidur Rohman
Nahidur Rohman
Tanah Pinggir Sungai Juana Ambles hingga 1 Meter, Tujuh Ruko di Pati Rusak Berat
Kondisi tanah amblas di sekitar Sungai Silugonggo Desa Purworejo (Foto: Shabda.id)

Dinding bangunan dipenuhi retakan, sementara beberapa ruko terlihat miring akibat pergerakan tanah.

Pati, Shabda.id- Tanah di tepi Sungai Juana atau Silugonggo, Desa Purworejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, kembali mengalami penurunan.

Dalam sepekan terakhir, permukaan tanah di kawasan tersebut disebut ambles hingga sekitar 1 meter dan menyebabkan sedikitnya tujuh bangunan ruko mengalami kerusakan berat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa 08 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah ruko yang berdiri tepat di bahu Sungai Juana tampak mengalami kerusakan. Dinding bangunan dipenuhi retakan, sementara beberapa ruko terlihat miring akibat pergerakan tanah.

Kondisi tanah di sekitar bangunan juga mengalami retakan dengan kedalaman bervariasi, mulai sekitar 50 sentimeter hingga 2 meter. Area tanah yang terdampak disebut membentang sepanjang kurang lebih 400 meter.

Warga Desa Purworejo, Sukarno, mengatakan penurunan tanah mulai kembali terlihat sekitar sepekan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut kemudian semakin parah hingga berdampak pada bangunan yang berada di sekitar bantaran sungai.

“Sudah sekitar seminggu ini mulai terlihat penurunannya,” kata Sukarno.

Akibat kondisi tersebut, tujuh ruko yang terdampak kini sudah tidak ditempati. Para pemilik memilih meninggalkan bangunan karena khawatir terjadi keruntuhan yang dapat membahayakan keselamatan.

Sukarno mengatakan peristiwa tanah ambles di kawasan tersebut sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Pada 2024, penurunan tanah juga pernah terjadi di lokasi yang sama dan mengakibatkan sejumlah ruko mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa bangunan dilaporkan sampai roboh.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada 2026. Menurut Sukarno, jika diakumulasikan dengan penurunan sebelumnya, total penurunan tanah di kawasan tersebut kini mencapai sekitar 2 meter.

Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan Sungai Juana yang mengalami kekeringan selama kurang lebih satu bulan terakhir. Menurutnya, menyusutnya debit air sungai diduga turut memengaruhi kondisi tanah di sekitar bantaran.

“Karena sungainya kering sudah sekitar sebulan, tanahnya turun lagi,” ujarnya.

Sukarno mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Pati. Namun, hingga Selasa 08 September 2026, menurutnya belum ada penanganan di lokasi.

Warga berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan teknis untuk memastikan penyebab penurunan tanah sekaligus menentukan langkah penanganan. Terlebih, kondisi tersebut telah berdampak pada bangunan dan berpotensi membahayakan warga di sekitar lokasi.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti penurunan tanah tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis dari instansi terkait.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Nahidur Rohman

Penulis

Nahidur Rohman

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait