SHABDA
Cari berita…
Lingkungan

Wagub Jateng Hingga Wamen HAM Dorong Kampus Rawat Lingkungan

TIA
TIA
Wagub Jateng Hingga Wamen HAM Dorong Kampus Rawat Lingkungan
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen hingga Wamen HAM RI Mugiyanto saat menghadiri Dies Natalis ke-60 UIN Sunan Kudus pada Selasa (4/8/2026). (Foto: Istimewa.)

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak perguruan tinggi Islam untuk turun tangan menangani persoalan lingkungan dan sosial.

Kudus, Shabda.id -- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak perguruan tinggi Islam untuk turun tangan menangani persoalan lingkungan dan sosial.

Langkah nyata tersebut dinilai krusial di tengah ancaman perubahan iklim yang mulai dirasakan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Yasin ini saat menghadiri Peringatan Dies Natalis ke-60 UIN Sunan Kudus sekaligus agenda National Lecture yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Kudus pada Selasa (4/8/2026).

Dalam sambutannya mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gus Yasin mengapresiasi komitmen UIN Sunan Kudus yang mengusung gerakan ekoteologi, sebuah konsep yang memadukan pemahaman ajaran agama Islam dengan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Menurut Gus Yasin, penerapan ekoteologi sangat relevan mengingat Kabupaten Kudus memiliki tantangan geografis dan bencana alam yang berulang, mulai dari kekeringan hingga banjir.

"Saat ini kemarau panjang di Kabupaten Kudus tadi sudah ada dua desa yang kekeringan, lalu nanti musim penghujan biasanya dampak kebencanaan banjir juga ada. Maka, kita harus kolaborasi dengan kampus-kampus itu, mengajak bagaimana civitas akademika ini memiliki terobosan, penemuan, dan inovasi yang bisa kita pakai," jelas Gus Yasin.

Ajakan kolaborasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah disambut optimis oleh pihak mahasiswa. Ketua DEMA UIN Sunan Kudus, Ahmad Thoyib Setyansah, menyatakan rasa bangganya atas perhatian langsung dari Wagub Jateng.

Thoyib menjelaskan bahwa gagasan ekoteologi yang didorong oleh Kementerian Agama (Kemenag) ini akan langsung diterjemahkan ke dalam program-program konkret kemahasiswaan.

"Dari program kita dari mahasiswa ataupun kampus bangga tentang program-program dari Gus Yasin. Ke depan DEMA dan pihak kampus akan melaksanakan program-program yang berfokus pada ekoteologi, baik melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), PPHK, maupun kegiatan kemahasiswaan lainnya," ujar Thoyib.

Agenda National Lecture ini mengangkat tema "Merawat Integritas, Meneguhkan Kemanusiaan: Refleksi Harlah UIN Sunan Kudus dalam Membangun Bangsa".

Selain menghadirkan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, kegiatan ini juga diisi oleh sejumlah tokoh penting lainnya. Di antaranya ada Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto, Rektor UIN Kudus Prof Dr Abdurrohman Kasdi, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, serta sejumlah pembicara lainnya.

Melalui momentum Peringatan Harlah ke-60 ini, UIN Sunan Kudus diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas, nilai kemanusiaan, serta kelestarian lingkungan di Jawa Tengah.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait