Kudus, Shabda.id -- Sebanyak 60 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) diserahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kepada sejumlah kelompok tani.
Penyerahan alat pertanian tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Undaan pada Senin (24/8/2026).
Bantuan ini disalurkan dengan harapan mampu menutupi kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian sekaligus menjaga produktivitas padi di tengah musim kemarau.
Adapun 8 unit alsintan merupakan bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kudus, sementara 52 unit sisanya merupakan dukungan APBN dari pemerintah pusat.
Bantuan yang dibagikan mencakup 30 unit pompa air berbagai ukuran (3, 6, dan 8 inci), 25 unit traktor (roda dua, roda empat, dan crawler), serta 3 unit mesin panen combine harvester.
Bupati Sam'ani berharap, bantuan ini menjadi solusi nyata agar petani di Kudus dapat beralih ke sistem pertanian modern yang lebih cepat dan efisien.
"Harapan kami dengan adanya alsintan ini bisa membantu petani. Ini menjadi jawaban untuk beralih ke mekanisasi yang lebih baik," ujar Sam’ani.
Baca Juga:
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pangan.
Dukungan ini dinilai sangat krusial untuk mempertahankan status Kudus yang telah berhasil mencapai swasembada pangan dengan capaian produksi sekitar 25 ribu ton per tahun.
Guna mengantisipasi dampak kemarau panjang, Pemkab Kudus mengoptimalkan berbagai sumber irigasi, mulai dari Waduk Logung, Waduk Kedungombo, sumur bantuan TNI, hingga pompa air sungai.
Sam'ani menekankan bahwa regulasi saat ini sudah memberi kemudahan bagi petani untuk memompa air sungai demi kepentingan pertanian.
Ia juga menegaskan agar bantuan alsintan dikelola secara adil oleh kelompok tani tanpa ada pemungutan biaya apa pun.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Didik Tri Prasetiyo menyebutkan, penyaluran alat ini telah melewati proses verifikasi lapangan.
Ia berharap kemudahan akses teknologi ini dapat memangkas kendala keterbatasan tenaga kerja yang selama ini dialami para petani di lapangan.
"Ini wujud mendukung petani karena seperti kata pak bupati tadi kini tenaga kerja sektor pertanian kian minim jadi alat ini bisa membantu," tandasnya.